Kamis, 30 April 2020

Curcol dikit

Dulu sebelum kenal instagram , saya nulis statusnya di blog hehehe

setelah dipikir-pikir emang nyaman sih nulis status di blog, apalagi untuk orang introvert kayak saya yang tidak terlalu berharap dibaca orang lain apa isi pikiran maupun isi hatinya. hehehe




Selasa, 24 Maret 2020

Writers block

Aku itu orang yang mudah terdistraksi saat sedang menulis. Random pula.

Habis terdistraksi gitu kena writers block deh.

Apa obat dari writersblock? Obatnya menulis!

Saat saya sedang menulis topik A saya terdistraksi lalau kena writers block sehingga tidak bisa melanjutkan tulisan. Maka saya menulis topik baru B! setelah menulis topik B dengan lancar, saya kembali terdistraksi, maka saya kembali ke topik A dan bisa menyelesaikan topik A dengan lancar!

Kenapa saat terjadi writersblock saya tidak melanjutkan saja topik A? karena macet, ga bisa lanjut dipaksa gimanapun macet. Topik A macet! maka saya mengalihkan fokuske topik B sebagai pancingan, sebagai pengalih perhatian. Biasanya selalu berhasil.

Kadang-kodang otak memang perlu kita siasati sih. hehehe

Jumat, 24 Januari 2020

Buku saya




Kenapa jual sendiri bukunya? kenapa promosi sendiri?
Ya gak apa-apa, namanya karya sendiri. Selain penerbit kalau bukan penulis sendiri sapa lagi?
Saya introvert, promosiin buku sendiri itu layaknya saya keluar dari zona nyaman. Hehe soalnya saya rada2 gimana gitu, agak malu gitu. Tapi kalau malu mulu, trus bangganya kapan? padahal ini karya sendiri? kalau penulis sendiri ga bisa mengapresiasi karyanya trus gimana orang lain mau ?
maka dari itu saya mulai promosikan buku tulisan saya. Semoga berkenan ya.

yang minat dengan buku-buku saya bisa cek di instagram @kotakbukupelangi











Minggu, 19 Januari 2020

Buku Anak : Gak Apa-apa, Jangan Bersedih






Buku Anak

Judul: Gak apa-apa, Jangan bersedih
Penulis : Sketsa Ultra Pelangi
Ukuran : 20x20
Harga : 74 Rb

Buku ini berkisah tentang sebuah patung naga yang baru pindah ke sebuah taman, kepindahannya membawa cerita baru untuk taman tersebut. Diceritakan dengan gaya bercerita yang ringan, imajinatif, sederhana khas anak-anak, serta memuat pesan-pesan kebaikan untuk ananda. Buku ini dilengkapi ilustrasi imut yang menarik serta berwarna, diharapkan bisa merangsang imajinasi dan minat baca anak.

Sinopsis:         
Di sebuah taman kota tepi laut bernama Taman Kamali, telah beredar sebuah kabar yang dibawa angin tentang kedatangan Tuan Naga yang hendak dijadikan ikon dari Kota Semerbak. Para penghuni taman kota tampak antusias adapula yang was-was. Apakah kedatangannya akan membuat taman kota selalu ramai atau justru sebaliknya, akan seperti apa rupanya? Apakah akan akrab dengan para penghuni taman lainnya?

Berminat? Info lebih lanjut bisa hubungi email duniasketsa@gmail.com atau instagram @sketsapelangi .

Minggu, 15 Desember 2019

Bunga Kamboja


Bunga ini banyak tumbuh di areal pemakaman. Menemani makam-makam kesepian, menggugurkan bunganya di atas makam-makam yang mungkin belum diziarahi keluarganya.



Wanginya khas. Waktu kecil, teman-teman sepermainan menyebutnya bunga kuburan. Siluet pohon kamboja agak suram di malam hari. Bau bunganya juga makin kuat di malam hari. Imajinasi saya suka membayangkan  hantu-hantu bertengger di dahannya yang rapuh.

Saat tinggal di Bali, saya sering menemukan bunga kamboja lazim menghiasi pekarangan rumah warga. Bunganya yang wangi selain untuk pelengkap upacara, juga dikeringkan untuk dijadikan bahan parfum dan pewangi ruangan alami.

#bungajepun #bungakamboja

Selasa, 19 November 2019

Kawasan Cagar Budaya Indonesia dan Masa depan Kota: Kawasan Benteng Keraton Buton

Oleh: Sketsa Ultra Pelangi

Buat yang suka menonton film-film dengan setting abad pertengahan mungkin tidak asing dengan film Elizabeth - The Golden Age, King Arthur, Robin Hood, The Other Booleyn Girl, Prince of Persia, Timeline atau yang baru-baru ini aku tonton film Eagle yang dibintangi Channing Tatum. Tapi saya ga bakal bahas soal film sih, saya senang liat film dengan setting abad pertengahan karena selain terinspirasi dari sejarah, juga setting lokasi filmnya yang apik. Bikin set dengan kondisi abad pertengahan itu kerja seni luar biasa.

Setting kota di abad pertengahan biasanya berada didalam sebuah tembok, benteng atau kastil, sedangkan permukiman di luar benteng disebut ‘desa’.  Warga desa banyak yang menjadi petani dan beternak, yang kemudian hasilnya dijual ke ‘kota’ yang berada dalam benteng. Segala fasilitas kota disediakan di balik tembok, mulai dari hiburan, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, dsb. Sebagian besar penduduk kota adalah para baron, bangsawan, keluarga raja, pejabat, pedagang, penjual jasa, dan sebagainya. Untuk ke kota mereka harus melewati ‘pintu gerbang’ masuk ke dalam benteng yang di jagai oleh beberapa orang pengawal dengan menunjukkan identitas atau semacamnya. Begitulah interaksi masyarakat abad pertengahan dengan ‘kota’ . Setidaknya itu yang saya lihat di film dan memang demikian kehidupan masyarakat eropa abad pertengahan. Menjadikan ‘kota’ sebagai basis pertahanan jika ada musuh menyerang atau parameter kemakmuran.


Kota di eropa abad pertengahan (sumber : google.com)

Sehingga kota-kota pada masa itu dibangun dengan konstruksi yang terbaik dimasanya, sehingga bisa tetap kuat bertahan dari gempuran kerajaan lain, juga sebagai indikator kemasyhuran kerajaan tersebut. Tidak heran jika benteng-benteng di eropa yang dibangun di abad pertengahan masih gagah berdiri hingga saat ini.



Kota benteng di Eropa yang masih bisa dinikmati saat ini (sumber: google.com)

Kota benteng ini dikenal oleh masyarakat lokal dengan sebutan ‘Benteng Keraton Buton’ di bangun sekitar abad ke 15. Dan keberadaanya masih bisa disaksikan hingga saat ini, serta menjadi Kota Benteng terluas di dunia dengan luas wilayah ± 0,37 Km
2. yang wilayahnya keseluruhan dikelilingi oleh benteng, sesuai catatan MURI 22,8 Ha (panjang keliling 2.740 m). Serta masih di huni oleh manusia dengan jumlah jiwa 1.904. Jika kota benteng di Eropa sebagian besar telah ‘mati’ dan menjadi monumen, museum, atau obyek arkeologi dan wisata. Maka kota benteng yang satu ini masih ‘hidup’ dan dihuni penduduk dengan hunian yang secara arsitektural masih mencerminkan identitas tradisinya.


Apakah kota benteng cuma ada di eropa? Ah tidak juga, beberapa kota di Asia abad pertengahan juga menganut sistem kota benteng, seperti ‘Kota terlarang’ di Cina yang hanya di huni para raja dan turunannya. Di Indonesia juga ada, tepatnya di Kota Baubau Sulawesi Tenggara.

Kawasan Benteng Keraton Buton (Sumber : Google earth)

Benteng yang mengitari kawasan (Sumber: Penulis)



Penduduknya yang tinggal dalam benteng merupakan masyarakat asli suku Buton (miana wolio) karena mereka keturunan kaomu dan walaka (bangsawan) dalam stratifikasi masyarakat Buton semasa Kesultanan Buton. Pada masa Kesultanan Buton kawasan Benteng Keraton Buton ini merupakan ibukota kerajaan yang selain berfungsi sebagai pusat pemerintahan juga sebagai permukiman, pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan dakwah (syiar) Islam. Setelah Indonesia merdeka, fungsi kekuasaannya menjadi hilang, namun kawasan ini masih mempertahankan fungsinya sebagai perkampungan tradisional sehingga budaya atau adat-istiadat di zaman kesultanan juga masih dipertahankan.

Dalam perkembangannya, Kota Baubau tersebut berkembang pesat melebihi embrio kotanya yang berada di Kelurahan Melai. Kawasan permukiman tradisional Buton di Kelurahan Melai dapat dikatakan sebagai representasi peradaban sejarah dan budaya bagi Kota Baubau, sehingga sisa-sisa peninggalan zaman kesultanan masih bisa ditemukan pada kawasan permukiman tersebut.

Rumah Hunian dalam kawasan Benteng (Sumber : Penulis)

Jangkar dan Makam merupakan situs bersejarah dalam kawasan (Sumber: Penulis)
Masjid dan tiang bendera merupakan Situs Bersejarah dalam kawasan (Sumber: Penulis)
 
Batu pelantikan Sultan Buton yang merupakan situs bersejarah dalam kawasan (Sumber: Penulis)

Merawat Cagar Budaya , merawat masa depan kota

Cagar budaya menurut Undang-undang no.11 tahun 2010 bahwa Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. 


Masih menurut Undang-undang no.11 tahun 2010 bahwa suatu kawasan dapat dikategorikan obyek cagar budaya apabila  berupa satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

Kawasan Benteng Keraton Buton sendiri telah ditetapkan sebagai kawasan khusus yang tertuang dalam SK Walikota Baubau No.19 Tahun 2003 Seri E no 19, dan Status Bentengnya telah ditetapkan sebagai obyek cagar budaya melalui Kepmen Kebudayaan dan pariwisata RI Nomor KM.8/PW.007/MKP-03 tentang penetapan Benteng Baadia, Benteng Keraton Buton, benteng Bangkudu, Kompleks Gua Prasejarah Muna dan Masjid Agung Keraton Buton yang berlokasi di wilayah Sulawesi Tenggara sebagai benda cagar budaya.

Kawasan Benteng Keraton Buton merupakan kota benteng di masa lalu, yang difungsikan sebagai permukiman, pusat pemerintahan, keagamaan, perdagangan, serta aktivitas budaya. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan cagar budaya yang menunjukkan adanya jejak-jejak aktivitas tersebut. Sehingga keberadaannya penting untuk menelusuri sejarah serta asal-usul kota Baubau yang berkembang dimasa sekarang.

Kota dapat diartikan sebagai artefak yang merupakan gabungan dari tapak (site), peristiwa (event), dan tanda (sign ), Rossi (1966) . Peristiwa ini dapat kita artikan sebagai rentetan sejarah yang terjadi di dalam ruang tersebut, sehingga tempat dan sejarah tidak dapat dipisahkan satu sama lain serta saling mendukung.
Upaya untuk memahami kota tidak bisa dilakukan tanpa telaah sejarah, karena kota dapat dipandang sebagai organisasi hidup yang dari sudut pandang sejarah akan terlihat adanya berbagai peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berkembang. Kota maupun kawasan di dalamnya merupakan sejarah yang saling berkaitan satu sama lain, karena satu sejarah mempengaruhi dan menentukan yang lain, satu sejarah  memelihara dan menghidupi yang lain, serta satu sejarah melayani dan membutuhkan yang lainnya dengan merawat dan melestarikan benang sejarah.

Karena dari sinilah keberlanjutan sebuah kota itu dapat dicapai melalui monumen-monumen yang telah dibangun sebagai arsitektur kota, dengan ingatan sejarah itulah kota dapat selalu hidup, akrab dan komunikatif meskipun fungsinya ada yang berubah. Kota yang baik adalah kota yang memiliki keberlanjutan tahapan pembangunan, dengan keberlanjutan tahapan tersebut, sejarah pembentukan kota dapat dinikmati. Seperti pada Kawasan Benteng Keraton yang menjadi embrio dari Kota Baubau.

Merawat Cagar Budaya

Permasalahan dan tantangan cagar budaya secara umum yang saya soroti adalah masalah masih rendahnya kesadaran dan kepedulian sebagian masyarakat terhadap nilai penting Cagar Budaya. Karena saya juga masyarakat yang terkadang perlu diingatkan dan disadarkan terkait pentingnya menjaga  dan merawat obyek cagar budaya.

Kenapa obyek cagar budaya perlu dilestarikan?   Karena tempat-tempat tersebut merupakan rekaman sejarah yang penting sebagai ekspresi nyata dari identitas dan pengalaman. Sehingga bisa dinikmati oleh generasi saat ini dan akan datang (Burra Charter,1999)

Untuk kasus Kawasan Benteng Keraton sendiri, peran pemerintah sudah cukup baik dalam kegiatan perawatan kawasan. Yang menjadi tantangan kedepannya adalah terkait perubahan pola pikir masyarakat pemilik bangunan tradisional di dalam kawasan yang juga memiliki keinginan untuk merubah bentuk rumahnya seperti halnya hunian-hunian modern di luar Benteng. Hal ini kemudian disiasati dengan strategi pelestarian adaptasi yaitu upaya pengembangan Cagar Budaya untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau kerusakan pada bagian yang mempunyai nilai penting (UU no.11 tahun 2010). Sehingga hunian boleh berubah terbatas pada bagian yang diperlukan, sedangkan fasade dan ciri khas umum dari bangunan tetap.

Lalu apa hal yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat dalam berpartisipasi merawat cagar budaya ?
Kita bisa mulai dari hal-hal yang mudah dan sederhana seperti: 

  • Menyebarkan konten edukasi terkait cagar budaya di media yang bisa kita jangkau.
  • Mengedukasi orang terdekat, keluarga perihal cagar budaya dengan mengajak berwisata ke obyek/ kawasan Cagar Budaya di daerah masing-masing.
  • Serta tidak merusak, mengotori obyek/kawasan Cagar Budaya.

Mudah bukan?
Yuk… cagar Budaya kita Rawat atau Musnah !
Tulisan ini dalam rangka mengikuti kompetisi blog Cagar Budaya Indonesia dengan Tema: Rawat atau Musnah.




Referensi:
  1. ICOMOS. 1999. The Burra Charter. Australia ICOMOS Inc.
  2. Kamus besar bahasa Indonesia daring kbbi.kemdikbud.go.id
  3. Kepmen Kebudayaan dan pariwisata RI Nomor KM.8/PW.007/MKP-03.
  4. Pelangi, Sketsa Ultra. 2015 .Pelestarian Kawasan Yaroana Masigi Peninggalan Kesultanan               Buton Di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Ruang: Jurnal Lingkungan Binaan Vol.2.No.2 : 231-252
  5. Rossi, Aldo.1966. Architecture of the city.USA:MIT Press.
  6. Surat Keputusan Walikota Bau-Bau No. 105 tahun 2003 tentang Penetapan Benteng Keraton sebagai Kawasan Khusus
  7. Undang-Undang No.11 tahun 2010.





Minggu, 10 November 2019

Akhirnya Kembali Menulis

Hampir 7 tahun saya lupa, kalau saya bisa menulis dan mampu menghasilkan tulisan. Sampai kemudian saya memenangi lomba pertama setelah 7 tahun tidak tekun menulis (hanya nulis caption status sosmed).
Dapat Juara II lomba cerpen Fantasi. Senang? iya dong.
Sebagai seorang ibu rumah tangga yang sibuk mengurus rumah, suami, dan dua balita aktif, tanpa bantuan ART, tanpa saudara dan sanak family, diperantauan, kesibukan saya benar-benar full 24jam. Pekerjaan seolah tidak pernah selesai dan berulang bagai lingkaran. Dunia ibu rumah tangga adalah dunia yang keras. Tidak heran banyak kasus Ibu-ibu yang depresi lantaran kurang piknik dan terperangkap dalam rutinitas cadas ibu rumah tangga. Bagi yang tidak siap, silahkan bersiap😁 
Saya dulu termasuk yang kurang bersiap, sehingga suka oleng sesekali😁. 

Hingga suatu hari mata saya terbuka melihat ibu-ibu seperti saya yang bisa meluangkan waktu untuk berkarya di tengah kesibukan mengurus keluarga. Kenapa saya tidak kembali tekun menulis lagi seperti waktu single dulu? jadi ibu-ibu bukan halangan untuk berkarya. Soal waktu? bisa diluangkan kalau ada niat kuat. Namun berkali-kali niat ini gagal lantaran niatnya yang setengah-setengah. 

Lalu niat ini saya sampaikan ke suami, dan dia mau membantu. Biasanya saya luangkan waktu menulis saat tengah malam, saat semua tertidur, agar anak-anak gak ngerecokin ikut pencet-pencet laptop atau rewel minta diajak main. Lalu saat suami libur, saya manfaatkan sebaik mungkin. Anak-anak saya titip suami dulu, dan saya bisa menulis dengan leluasa sampai kelar. Lomba cerpen fantasi yang saya ikuti hingga juara itu saya kerjakan mulai pagi hingga tengah hari, dengan jumlah halaman 16. Saya kebut! karena, jarang dapat waktu kayak gini tiap hari. Jadi saya manfaatin waktu yang ada dengan sebaik mungkin.
Kalo di pressure gitu kayaknya lancar banget nulis. Jadi gak tiap saat juga saya bisa nulis lancar. Contohnya, hari ini suami libur dan handle anak-anak. Tapi jangankan  16 halaman. 1halaman pun belum rampung-rampung.

akhirnya malah nulis celotehan panjang gini.
😁

--©Sketsa Ultra Pelangi--

Pematang Siantar. 10 Nov 2019
Selamat Hari Pahlawan!

Senin, 04 November 2019

Taman Buah yang berubah

Taman Buah yang berubah

Saya sempat tinggal dua tahunan (2015-2017)  di lubuk pakam, Deli serdang. Waktu itu saya males banget kemana-mana karna minim tempat yang asyik buat sekedar berakhir pekan. Ada sih taman buah, lumayanlah buat nongkrong dan makan rujak. Saat itu tempatnya belum di kelola, tukang parkirnya banyak suka rebutan. Cuma ada tukang kebun. Toilet juga selalu di kunci,mgkn takut di kotorin. Tukang jualan masih keliling taman. Tempat bermain anak becek, dan wahananya banyak yg berkarat. 

Alhamdulillah di kasih umur panjang buat singgah bentar ke Taman buah lubuk pakam. Tamannya benar2 bnyak berubah. Lebih bagus tentunya.. Sudah di kelola pemerintah, ada petugas keamanannya, ga da parkir liar.. Ada zona bermain anak yg aman, wahananya bukan lagi besi tua yg berkarat. Indah bagus dan berwarna warni. Anak2 tidak perlu takut terjatuh dan kesakitan, karena ada rumput sintetis yg empuk untuk berguling.
Ah.. kenapa bagusnya pas saya udah pindah sih🙁



#ruangterbukahijau
#tamankota

Rabu, 30 Oktober 2019

Standar Ibu



Setelah artikel seorang ibu membunuh anak kembarnya Tiba-tiba banyak ibu-ibu mengaku pernah /sempat depresi dan merasa berada di situasi serupa. Apakah ini ikut-ikutan atau cuma efek gunung es saja? Sebenarnya bukan 'tiba-tiba' tapi karena momennya pas dan ibu-ibu itu baru berani speak up. Setelah banyak gerakan ibu-ibu yang membuat 'pengakuan' pernah merasa depresi atau hampir depresi lantaran pressure yang diterima sebagai seorang ibu.

 Selama ini mereka belum berani speak up bisa jadi lantaran slogan-slogan heroik yang terlanjur disematkan pada sosok 'ibu' yang kemudian tanpa sadar menjadi semacam 'tuntutan'halus bahwa demikianlah seharusnya. Tuntutan ibu adalah madrasah untuk anak-anaknya, menjadi istri solehah untuk suaminya, menjadi kuat, tidak boleh lemah, tidak boleh sakit, superhero,dll
Belum lagi judge dari sesama ibu-ibu yang menilai ibu lain sesuai standar 'keibuan'nya. Padahal kita lupa  bahwa sosok ibu ini juga manusia dengan segala keterbatasannya. Mereka hanya menjalankan perannya semampu mampunya. Jika kemampuannya tidak bisa memenuhi ekspektasi dunia disekitarnya bukan berarti dia pantas di cela. Dia hanya perlu dikuatkan, dibesarkan hatinya, dan dipeluk.

Semoga berkenan, Maaf jika ada salah kata

Sketsa Ultra Pelangi, 30 oktober 2019

Selasa, 26 April 2016

Iklan WRP dan perut kecucuk Hanger


Bagi yang mengenal saya, saya cukup identik dengan badan kurus dan rada cungkring. Makan sebanyak apapun saya segitu gitu aja. saya pernah curiga kalau jangan-jangan saya cacingan, sehingga susah sekali menambah berat badan. Habis makan obat cacing juga tetep cungkring (obat cacing khusus anak yang rasa jeruk :3 )

waktu kuliah,saya punya kebiasaan naruh barang2 di belakang pintu, baju laundrian sampai baju kotor. sehingga pintu kamar kos rada sempit buat di masuki untuk mereka yang rada tambun, hanya saya yang muat di ccelah pintu sesempit itu, kalau di bayangin kayak iklan WRP gitu deh, bisa nyusup2 gitu badannya. Dan suatu hari kebiasaan ini mencelakakan!

sekarang perut saya membuncit dan badan saya gak se WRP dulu, bukan cacingan lho :3 ini cuma hamil 8 bulan aja.
Saya lupa memindahkan hanger yang saya gantung di gagang pintu, sehingga ketika masuk kamar, saya bermaksud menyingkap korden depan pintu kamar buat disangkut diatas pintu, dengan pedenya masuk kamar dengan gaya WRP saya meloncat cantik sedikit sambil melempar korden keatas ciaaaat, dan saya kesangkut ujung hanger, persis di perut saya. perut saya kecucuk ujung hanger. Rasanya sakit banget sampe nangis guling2, mama saya sampe panik dikira saya mau melahirkan.
saya berkali-kali minta maap sama debay di perut karena jadi mamah random. Saya pun nangis-nangis nge Wa temen yang bidan," perutku kecucuk hanger (T.T) anakku gimana dong, apa dia sakit juga"
"InsyaAllah ga napa2 kok sket, debaynya dilindungi dinding rahim ma ketuban. lagian kamu aneh-aneh sih"

huff Alhamdulillah syukurlah (T-T)

#randomPost
#calonmama

Senin, 11 April 2016

Postingan

Postingan orang lain tidak semestinya menjadikan seperti apa diri kita.

postingan seorang istri yang memposting "kalo ada masalah trus nyungsep kepelukan suami, itu rasanya nyeesss.. sambil mention nama suaminya"
serta merta setelah membacanya, saya yg saat itu jomblo menjadikan itu sebagai semangat untuk mempejuangkan pernghargaan terhadap hati para jomblo yang kemungkinan nelangsa dengan hal-hal berbau kemesraan pasangan di sosmed, saya pun memposting status bijak yang kebetulan nemu di tumblr yg kurang lebih isinya untuk menghargai perasaan mereka yang belum lulus, belum menikah, belum hamil, belum punya anak, memiliki kekurangan fisik, dll agar tidak menjadi perantara kufur nikmat.

Saya jomblo dan merasa aman menuliskannya, saat itu saya menyelipkan niatan saya yang pengen dihargai sebagai orang yg belum lulus dan belum berpasangan. Saya ingin orang-orang berempati terhadap orang-orang seperti saya. Saya menulis dari sisi pandang saya saja, merasa hati ini terdiskriminasi dan perasaan-perasaan melankolis lainnya. Tanpa memikirkan atau mencoba berperasaan pada sisi yang lainnya.

padahal kalau saja saat itu saya mau mereview kembali niat saya. Saya bisa melihat yang dimaksud dengan 'menghargai' itu apa.

orang yang memposting foto wisuda atau foto skripsi yg sudah di jilid.
Dengan orang yang bertanya langsung padamu "kamu kapan lulus? kapan wisuda? skripsimu udah kelar?"
Mereka berbeda, posting wisuda dengan caption ALhamdulillah dan caption bahagia lainnya apakah dia bermaksud mendiskreditkan mereka yang belum lulus? belum tentu juga. Bisa jadi dia ingin berbagi kabar, bahwa dia sudah lulus, ini kabar terbarunya. Kan ada tuh temen yang karena lama ga nongol di sosmed kita jadi ga tau kabar terapdetnya.

orang yang berbagi foto pernikahannya
dengan orang yang bertanya kepadamu "kamu kapan nikah? jomblo aja"
Mereka berbeda, posting foto pernikahan apa berarti dia intoleran terhadap jomblo? ga juga. bisa jadi dia memposting untuk mengharap restu dan doa dari sahabat-sahabatnya.

orang yang posting gambar USG bayinya
dengan orang yang bertanya kepadamu "kapan hamil?"
mereka berbeda, apakah yg posting gambar USG bayi bermaksud ngece mereka yg belum hamil? sepertinya tidak, mereka bisa jadi ingin berbagi kebahagiaan, ingin dapat doa baik. Jika ada yang tersinggung dengan postingan demikian tentunya sangat disayangkan.

orang yang posting gambar aktivitasnya naik gunung turun gunung
memanah berenang dan berkuda
dengan orang yang bilang "kamu kok di rumah aja"
mereka berbeda, postingan aktivitas naik gunung turun gunung berbelok kepantai dan sebagainya tidak seharusnya membuat kita sensi dan merasa mereka pamer.

orang yang posting aktivitas pekerjaannya
dengan orang yang bilang "kamu gak kerja?"

kita bisa lihat perbedaannya. Jika kita tidak sengaja membuat saudara kita kufur nikmat lantaran postingan2 seperti dicontohkan tadi, itu diluar kendali kita. Karena postingan bersifat tak langsung. Tapi kita bisa mengendalikan ucapan langsung pada saudara untuk tidak menanyakan hal-hal yang membuat saudara kita tersinggung.

Jika kita melihat postingan "bahagia" saudara kita kemudian merasa sensi dan tersinggung, segera kita beristigfar dan memperbaiki hati kita, jangan racuni hati dengan dzon yg menjerumuskan diri sendiri pada kufur nikmat lalu menisbatkan postingan saudara kita sebagai penyebabnya. wallahu A'lam

Mendadak random ingat soal blunder penghapusan kolom agama di KTP, lantaran kolom agama dianggap diskriminatif. Padahal semua kolom agama bisa dianggap diskriminatif dan bikin sensi sih, mulai dari tahun lahir,status pernikahan, suku, pekerjaan, dsb.. :3 jadi penting sekali kita mengelola rasa sensi itu agar tidak selalu merasa terdiskriminasi. (o.o)a eh

source: RedMario.com

Jadi ingat juga kisah bapak-anak-keledai. bapak-anak naik keledai lalu di rasani orang-orang kalo mereka tak berperikehewanan. Lalu mereka turun, anak naik keledai dan bapak menuntun lalu dianggap anaknya durhaka karna naik keledai sndiri membiarkan bapaknya nuntun. Gantian bapaknya naik keledai anaknya yg menuntun dianggap bapaknya tega sama anak.
akhirnya mereka berdua tidak naik keledai dan berjalan beriringan menuntun keledai, dianggap ga efisien banget punya keledai tapi ga dimanfaatin. :v serba salah
nyambungnya dimana ya hmm... ya pokoknya gitu deh, kita ga bisa membuat semua orang didunia bahagia dengan tindakan kita, akan selalu ada hal-hal yang tidak memuaskan di mata orang-orang. Wallahu a'lam

mohon maaf lahir batin bila ada kata/kalimat yang kurang berkenan, tidak bermaksud membuat saudara sekalian tersinggung. suer!
salam damai v(o.o')v
@sketsapelangi





Minggu, 10 April 2016

Hamil 8 Bulan

source: boredpanda.com
source : boredpanda.com

Rasanya lucu juga punya perut buncit menggelembung, awalnya buncitnya kayak orang kenyang, lama-lama jadi ngalah-ngalahin helm full face. Jalan susah, tidur ribet (miring kiri ga nyaman-miring kanan ga nyaman, telentang apalagi), pakaian ga ada yang muat, ambil benda jatoh susah, pake kaos kaki ga nyampe T-T, bangun dari rukuk rempong,duduk ga tenang,penglihatan tambah rabun. Makan banyak ga bisa napas, makan dikit laper.

source: boredpanda.com

waktu trimester pertama juga agak heboh, tiap pagi-siang muntah, ga suka dekat-dekat suami bau napas dari hidungnya bikin mual, tp jadi rada manja. ga suka bau bawang putih,lemes mulu, ga bisa berdiri lama rasanya mau roboh aja, berat badan turun banyak, ini bukan penyakit jadi ga da obatnya jadi biarkan saja berlalu. dan bener trimester pertama telah berlalu.

trimester kedua mulai enakan, usia 4bulan sudah ada yang menanduk didalam perut, sampai sekarang udah masuk 8bulan, tandukan ama tendangannya makin kencang. sakit sih, tapi anehnya kok gue heppy ya :v . kalo mikir yang serem-serem kadang horor sendiri ,padahal sebelum hamil suka nnton horor. skr menghindari dulu, takut kebawa mimpi :3

Dulu waktu masih jomblo jagoan, kalo dengerin orang cerita soal kehamilan dan prosesi melahirkan temen, suka ngilu-ngilu sendiri, berimajinasi dan paranoid sendiri. Sehingga pernikahan tidak pernah menjadi hal yang begitu menggebu-gebu saat saya masih jomblo. Karena mikir kalo nikah ntar hamil trus serem serem sereeem :o
tapi setelah dijalani, hamil membuat saya jadi lebih kalem (masih petakilan sih sesekali), lebih ikhlas, lebih positif memandang hidup (uhuy), tiap sensasi yang saya rasakan dari calon bayi membuat saya bahagia. Ini semacam pembelajaran yang Allah beri langsung ke saya, menjadi calon ibu itu kayak gini ternyata :')

source: boredpanda.com


itulah perempuan, ajaib!

suami saya gak heran sih, karena sebelum menikah dia sudah paham dengan konsekuensi bahwa dia akan menikahi mahkluk paling ajaib dimuka bumi. :D

Sabtu, 09 April 2016

cemburu



cemburu tidak hanya milik perempuan, ternyata dia juga milik laki-laki. Dulu saya berpikir cemburu adalah monopoli mahkluk perempuan karena perempuan kalo cemburu,hampir semua mahkluk pasti tahu ,bahkan lalat pun tahu klo perempuan lagi cemburu! (lebuay), dan lucunya ada satu mahkluk yang gak tau, yaitu laki-laki. :3

saya pernah cemburu? pernah dong, tapi karena saya selalu ngerasa sok cantik sejagad, jadi cemburunya biasa saja gak lebih dari upil yang nongol di hidung. cemburunya pas dengerin suami cerita soal kandidat-kandidat yang pernah dia lewati sebelum menikahi saya (kata suami ,saya dlu salah satu kandidat yang unreachable, saking susahnya didapatkan. ngiik*angkat dagu). Saking cemburunya saya gak sadar sudah mengupil sampai hidung saya bersih cling dari upil. :3

lalu cemburunya suami ke saya? banyak sih, tp yg paling berkesan pas saya apdet status di sosmed soal fedi nuril nikah (konon saya fans sama artis tersebut semenjak nonton Ayat2cinta)
gara-gara itu suami yang lagi di kantor langsung sms suruh status saya soal si fedi di hapus. :3 iiih cute banget ga sih

cemburu itu romantis juga ternyata :v

Hamil

catatan ke 300hari penikahan

(source: boredpanda.com)

saya hamil setelah 3 bulan pernikahan. sebelum-sebelumnya saya menjalani pernikahan seperti layaknya anak perempuan lagi main rumah-rumahan. memasak, menyambut suami pulang kantor, mengurus rumah, yang awalnya mengasyikkan lama-lama menjadi rutinitas yang jenuh. Apalagi mulai di tanyai kiri-kanan "udah isi blum", Bete sekali.
saya mulai suka ngambek, merajuk, cengeng, padahal biasanya saya pribadi yang cukup tangguh sih, saya mulai merantau dari Pulau Buton ke Malang dan tinggal terpisah dari ortu mulai 2006 dan hanya mudik setahun sekali pas lebaran saja, lalu saya kuliah lagi di pulau Bali dan bertemu ortu lagi ditahun 2015 itupun kemudian saya menikah dan dibawa merantau (lagi) oleh suami. Disaat teman-teman kuliah merantaunya nanti setelah menikah, atau bahkan sampai menikah masih mendekam di pulau jawa dan bisa bertemu sanak family seminggu sekali. kadang-kadang timbul rasa iri. eh (kok mulai mellow lagi sih)
ok lanjut.. jadi saya mulai gampang betean, dan sensian, liat debu nempel bete, liat biang keringat di dahi kesal (padahal jerawat juga bukan) liat muka kusam dikit rempong. Liat Asap kiriman dari riau uring-uringan (waktu heboh asap buat lahan sawit) .Dan suatu pagi saya iseng mencoba test pack lantaran sudah lama gak datang  bulan, jangan2 sampai bete dan sensi karena lagi PMS aja. ternyata dua garis. saya hamil!

jadi.. kalo istrimu mulai gampang bete dan sensi cobalah cek siklus menstruasinya :v

Senin, 04 April 2016

Empati

'aku mah apa atuh' (source :google)

kita mungkin pernah nemu orang yang kayak gini, yang dalam keadaan sadar atau ga sadar membandingkan dirinya atau pengalamannya dengan orang laen.

mbak A : fuuh skripsi ini bkin pusing, sampe kurus aku
mbak B : lebay amat sih, aku skripsi biasa aja tuh ga gitu-gitu amat. Rasaya kayak ngerjain tugas biasa gitu
mbak A : ... dalam hati (let me die in peace) ._.

----------

Mas A : Aduh mas, nikah kok susah ya.. buat ngelamar dia harus nunggu dia lulus s2 segala. saya mundur sajalah kelamaan klo nunggu.
Mas B : dari pengalamanku ya.. jodoh itu memudahkan, kalo ga mudah itu bukan jodoh <-- (langsung main justifikasi)
setahun kemudian setelah mundur, bertapa,menyeleksi aneka kandidat dan ditawari berbagai kandidat calon, Mas A akhirnya menikahi gadis di awal tadi,yang sudah lulus s2.

---------
Nona A : temen gue udah nikah semua
Nona B : trus lu galau gitu
Nona A : emang kamu enggak ya
Nona B : emang gue se desperate itu buat nikah?biasa aja tuh. Kamu lebay ah.
Nona A : ._.

----------

Bunda A : Aku hamil ga bisa makan banyak cepet kenyang. klo terlalu kenyang muntah. Ga bisa lama berdiri juga, pusing.
Bunda B : heh ga bole gitu, Aku mah hamil makannya kuat, lahap! makanya anakku lahir gede-gede.
Bunda A : ya gimana lagi ga bisa dipaksa.
Bunda B : Aku dulu ga kayak kamu, aku tangguh banget dulu waktu hamil, kesana kemari jualan. gak mual blas malah.
Bunda A : ._. (please let me alone)

---------

Allah menitipkan cerita untuk tiap hamba itu gak selalu sama. Karena itu Membandingkan pengalaman diri dengan orang lain juga tidak selalu tepat. Sehingga Allah menciptakan yang namanya empati, untuk digunakan saat mendengar celetukan 'curcol' saudara kita. Beberapa dari mereka bahkan tidak butuh solusi atau nasihat, terkadang mereka cuma butuh empati. Toh empati itu Allah kasih ke kita gratis, ketika kita memberi empati ke orang lain pun tidak lantas membuat kita miskin.
Wallahu Alam

@sketsapelangi

Jumat, 01 April 2016

Jodoh yang dianggap rumit :D

ini bukan tangan saya :v (source by google)
catatan hari ke 279 pernikahan

Ada yang bilang ke seorang pria"jika jalannya rumit tidak mudah, berarti bukan jodohnya. Jodoh itu memudahkan"
lantaran saat itu si pria beranggapan mempersunting gadis pujaan ternyata tidak mudah, bapak si gadis memberi syarat harus menyelesaikan kuliah si gadis yang kurang setahun lagi. setahun itu waktu menunggu yang lama. Si Gadis pun mempersilahkan pria tersebut untuk mencari kandidat lain, agar tidak perlu saling menunggu.

Pria tersebut ternyata sempat di tawari seniornya untuk di comblangi dengan gadis lainnya, dan gadis yang bersangkutan juga sempat menanyakan hal tersebut secara langsung kepada si pria perihal apakah sedang 'kosong calon'
dan lucunya pria tersebut memberi isyarat bahwa dia "sudah ada calon, " padahal kan dia tidak ada ikatan dengan calon manapun.

oke kembali ke kalimat pembuka tadi jika jalannya rumit berarti bukan jodohnya, padahal rumit enggak itu relatif sih. Mau berbelok ke gunung lalu lari ke pantai, kalo emang jodoh ya tetep aja ketemu. Jadi setahun setelah adegan pria itu datang ke rumah gadis itu sendirian dan brtemu bapaknya, dia kemudian mengutus rombongannya untuk melamar si gadis begitu mengetahui gadis tersebut sudah lulus kuliah dan masih jomblo.

ya...tidak lama buku antologi 'Jomblo Istiqomah' terbit, saya ujian tesis, lulus, dan menikah dengan pria yang merasa bahwa usaha untuk menikahi saya adalah hal yang tidak mudah . ya pria itu adalah suami saya. :D

Saya pun berkeyakinan bahwa jodoh tidak bisa kita rumuskan rumit atau mudah, yang berhak merumuskan hanya sang maha pengatur jodoh, Allah punya banyak cara mempertemukan jodoh sehingga manusia sebagai hamba cuma disuruh ikhtiar dan tawakal. Wallahu alam :)

I say "yes" (dok.pribadi)

Rabu, 17 Juni 2015

Catatan Pengantin

catatan hari ke-22 pernikahan

27 mei 2015 (source:dok.pribadi)
sejak menikah tgl.27mei 2015 ini postingan pertama saya di blog dgn status baru :D
Buat para jomblo sensian jgn sensi dulu dgn judulnya, saya uda janji sebelumnya ga bakal posting tulisan pengalaman 'sweet' sy sbg pengantin baru, jd sy cuma mau bahas fenomena disekitar saya sj. Jd tenang saja :D


"Lagi Otw buat hanimun yang kesekian kali nih" tulisa seorang kenalan yang kebetulan friend'nan di laman fesbuk. yang kemudian di komen banyak orang dengan "cie..ciee.. " Lalu scrool down kebawah ada status dari adik tingkat
"Kalo lagi ada masalah gitu, nyungsep kepelukan suami rasanya nyessss"

saya emang geli juga liatnya, tp gak komen yang kayak gitu, lebih suka mengamati.
waktu itu saya lagi buka google earth buat nyari peta lokasi studi buat keperluan tesis saya, karena bola2 dunianya muter lama saya sambi buka2 fb T-T , tidak lama abis baca status itu saya di messej sama si mumun (bukan nama sebenarnya) "mbaaak, baca status itu ga? jadi meluk tembok T-T"
 aku balas sekenanya
"aku meluk leptop :v "
Lalu tesis sya hentikan beberapa menit, saya mulai menulis, lalu saya ikutkan lomba dan jadi deh buku "Jomblo Istiqomah" yang covernya kuning2 gimanaa gitu,, heuheu :v (salah satu contoh baik dlm memanfaatkan rasa geli)

pernah saya sedang mengobrol dengan seorang teman via sms, dia bercerita tentang kekesalannya pada penganten baru yang tiap hari posting status dan foto mesra di sosmed hampir tiap hari dan sehari bisa lebih dari 3 kali (kalo obat udah overodsis itu :v) membuat teman saya ini jengah dan akhirnya memutuskan untuk menegur pasangan ini via inbox sosmednya. yang dibalas dengan tantangan oleh pasangan ini "ya kalau gak suka situ unfriend aja"
lalu saya tanya teman saya ini, kalo ketemu di jalan, pasangan seperti itu mau kamu tegur juga?
 "tentu saja"katanya,
 dan saya merespon dengan dengan ngakak.

Saya juga sebenarnya geli dengan postingan2 yang seperti ituuh.. tp tidak pernah terlintas di benak saya sampai harus menegur langsung. Saya memaklumi dan mencoba melihat dari dua sisi. Karena saya saat itu jomblo, tentunya saya tdk tau seperti apa rasanya menjadi pasangan menikah, dan saya tidak berani menjudge mereka hanya dgn dalil saya Jomblo dan merasa geli.

Lalu Seperti pembelaan banyak pasangan menikah, yang demikian dimaksudkan mereka untuk memotivasi para Jomblo untuk menyegerakan menikah, dengan postingan2 yang bertema mengompori. Padahal ga selalu sih niatnya buat ngomporin, ada yg emang lagi heppy aja baru nikah, contohnya suami saya :P .
setahu saya sebelum nikah, beliau orang yang kalem ga terlalu doyan mejeng di sosmed, apdet status aja males, berbeda dgn sya yg emang sok Seleb bareng kucing :v muehehe . Tp untuk urusan postingan 'manis' di sosmed ternyata beliau lebih excited...  sedangkan sy cenderung random. Tp untuk urusan posting yg 'demikian' emang sy gak ikut lah, bukan gaya saya 8| , kalo suami saya mau posting monggo itu hak beliau, kita punya gaya yg beda dalam menyikapi hal demikian :D dan ga dijadiin soal.

Adapun buat para jomblo yang kena kompor gas lantaran postingan demikian, banyak2 istgfar ajah, toh postingan kayak gitu ga bakalan lama kok paling seminggu dua minggu uda ilang.

kalau sekedar jalan berdua, gandengan dengan pasangan muhrimnya di jalan, saya pikir tidak perlulah kita tegur hanya karena kita merasa geli. Kan ga mungkin jalan suami istri jauh-jauhan kayak orang asing lantaran takut para jomblo mati kegelian. "Beb kita ga usah pegangan tangan ya, kasian sama jomblo yang liat, nanti mereka sakit" (mirip2 kasus menghargai yang lagi puasa)
 :v , gimana kalo istrinya hilang karena jalannya terlalu jauh-jauhan, lantaran istrinya kecantol ama es krim lewat :v

#Postwedding Randompost
#catatanpengantin
#pengantinrandom
@sketsapelangi

Rabu, 13 Mei 2015

"Kapan nikah"



saya termasuk cuek sih soal pernikahan, saya tidak punya secuil pun buku/kitab berbau pernikahan dalam daftar koleksi buku saya, *bisa di cek* :3. Kebanyakan buku terbitan Elex Media sama Gramedia :v bisa tebak itu buku apa, yap benar itu jenis Komik dan Fiksi .
Lagian saya lebih konsern kepada kehidupan kucing2 :v saya merasa blm banyak berbuat buat kaum kucing TwT disitu kadang saya merasa sedih.

bahkan setelah lulus kuliahpun. Jika teman2 muslimah saya suka menuliskan nikah masuk dalam list target tahunan mereka, saya ga pernah masukin nikah dalam list planning resolusi tahunan saya. Karna menurut saya nikah bukan hal yang perlu di target, (emang mlm yang pake target capaian omset -_-a apah).. Nikah itu peristiwa natural alamiah seperti layaknya daun berfotosintesis :v *random*, lu ngebet nikah kayak gimana pun kalo Allah ga ngasi nikah ya ga nikah. Repot amat mikirnya.

"kok blm nikah2 sih? nunggu apa?"
"nunggu daun pisang di belakang rumah fotosintesis 100 kali"
pas fotosintesis ke 99 kali pohon pisangnya di tebang :v

Yang paling konyol lagi ada orang yg suka dengan sengaja nanya 'kapan nikah' ke beberapa jomblo2 , katanya buat memotivasi,  memotivasi dari saturnus?! lu kata dirimu mario teguh? pak mario aja ga perna blg kayak gt.
 Ada juga kalimat yang konyol "kapan nyusul" biasanya di ungkapkan oleh para mereka yg sudah merasa 'selamat' dari kalimat 'kapan nikah', biasanya pasangan yg udah menikah, menjelang menikah, atau sesama jomblo yg pengen sakit bareng2. Udah gt di ungkapkan di publik, rame2 orang liat, akhirnya memicu buliying kepada kaum jomblo.
 Heran aja dgn mereka yg menikmati situasi kayak gitu, sakit jiwa apah.
padahal nikah kan bukan susul2an, bukan kompetisi.
Alangkah baiknya kalimat2 demikian kita simpan saja didalam dompet, ga perlu d keluarkan,toh bukan sedekah, ga bakal berpahala. Malah bikin dosa kalo sampe ada yg sakit hati trus bunuh diri :v . lebih toleran lah. Saya pribadi lebih suka menahan diri untuk tidak melontarkan itu di publik, sekalipun candaan.
termasuk kalimat, 'kapan lulus' 'kapan nikah' 'kapan punya anak' dan kalimat kapan lainnya...

#prewedding randompost
#randompostbeforemarried
#catatancalonpengantin
@sketsapelangi

catatan calon pengantin

Catatan calon pengantin
Kyknya bs jd judul buku baru nih :3
Ini h- sekian,krn sy penulis,jd sy manfaatkan sbaik2nya buat nangkap fenomena yg trjadi d sekitar sy :v gini ada fenomena dimana org2 suka mengukur org pake standar dy, pake pngalaman dy, pdhal g smua org sama kyk dia, lucu si.
 'Ciee yg mau nikah galau ya, deg degan ya'
demi kucing gue. Gue ga pakek galau ama deg2an. Gue santai banget orgnya, bisa tanya ortu gue ma temen2 deket gue yg suka ke rumah bawain jajan :v  ,masi hepy nntn running man sampe larut *jgn ditiru*,
secara gue habis trsiksa batin sama tesis,jd heppy lah,nyenengin diri gt. Secara org mo nikah masa galau. Sy sih malah santai ..
namanya mo nikah ya cyiin :3 ,nikah itu mirip momen wisuda. Ya bkin heppy. Klo riweh iya emang riweh byk yg diurus.. tp lebih riweh ortu sih.. sy si cm bantu yg ringan2 kyk makan yg lahap, dan jagain agar kucing ga e'ek d halaman,, sesekali inventaris org2 yg mo d undang juga.. D blg stress gak sampe lah, itu lebay ah. Ini bukan tesis soalnya,klo tesis emang bkin stress *sy bs jamin 100%* (y)
Emang gt, hidup itu kita yg jalanin dan org lain yang komen :3
Gpp deh.. sy tampung komennya,lumayan bs jd bahan tulisan #guemahgituorangnya :v

#calonpengantindodol
#randompostbeforemarried
@sketsapelangi

Sabtu, 10 Januari 2015

W E L C O M E 2015 !!

Welcome 2015
its my new first page


Long time no see my page.. ^_^

Bentar ya.. updetan page buat 2015 lagi di tulis, hihi..

Hope this year always nice

Curcol dikit

Dulu sebelum kenal instagram , saya nulis statusnya di blog hehehe setelah dipikir-pikir emang nyaman sih nulis status di blog, apalagi u...