Rabu, 20 Maret 2013

film : MAMA


A mother’s love is forever.




Lama gak mengulas film (ecieee ngulas sok kayak kritikus aja), oke ralat, saya mau membahas film, tentunya bahasan saya rada subjektif :D hehe, kali ini saya mau meresensi filmnya Om Guilermo del Toro, ‘Mama’.
Saya mulai menyukai film-filmnya om Guilermo sejak film Pants Labirinth, lalu film The Orpanage
Saya ga bakal nyebutin genrenya, biar  nilai sendiri saja. (*w*)

Mama berkisah tentang Pasangan yang mengadopsi dua gadis kecil kakak-beradik yang hilang di hutan selama 5 tahun. 2 anak ini merupakan keponakan dari si suami. Dua bocah yang bertahun-tahun hidup dan besar di pondok tua di tengah hutan tanpa pengawasan orang dewasa, bagaimana mereka bisa tumbuh dan bertahan hidup?



 

Film di awali dengan scene dimana seorang Ayah bernama Jefrrey baru saja membunuh Istrinya , lalu membawa dua putrinya yang masih kecil Victoria (3 tahun) dan lili (1 tahun). Mobil yang di kendarainya terpeleset salju dan terpesok ke hutan. Mereka beruntung selamat, Jeffrey membawa anak-anaknya kesebuah pondok tua terabaikan di tengah hutan dan berencana membunuh dua anaknya lalu bunuh diri.

Saat itu Victoria melihat ke jendela dan berkata “Dad’ aku melihat seorang wanita di luar, kakinya tak menginjak salju”
Jeffrey tidak begitu memperhatikannya, dia membuka kacamata Victoria, mengatakan bahwa dia menyayangi putrinya sembari menangis, lalu menyuruh Victoria berbalik dengan maksud menembak kepala putrinya.

Lalu adegan yang terlihat melalui mata Victoria yang rabun, Ayahnya terlihat dibawa oleh sesuatu dan meninggalkan mereka begitu saja.

Lima tahun berselang, Lucas yang merupakan adik Jeffrey mengadopsi dua keponakannya tersebut. Annabel kekasih Lucas tidak begitu suka anak-anak harus kesulitan untuk memperkenalkan kehidupan normal kepada Victoria dan Lili yang tumbuh di hutan. 

Kedua anak itu tumbuh dengan keyakinan malaikat penjaga yang mereka sebut ‘Mama’ yang terus merawat mereka selama di hutan. Alasan mengapa mereka bisa bertahan hidup.
Cerita lalu bergulir pada perubahan sikap Annabel yang kemudian menaruh ketertarikan yang tulus pada Victoria dan Lili , dan Victoria yang mulai membuka diri pada Annabel.

Hal ini ternyata mengundang reaksi buruk kepada tempat tingggal mereka. Sosok yang di sebut Mama yang selalu mengikuti Victoria dan Lili ini merasa cemburu, dengan kedekatan Annabel kepada dua gadis kecil tersebut. Dan cemburunya hantu itu ... bikin perasaan ga enak 😶


Di mulai dengan terjatuhnya Lucas dari tangga rumah dan di rawat lama di rumah sakit, lalu psikiater yang menangani kondisi psikis Victoria yang kemudian akhirnya mengungkap sosok Mama namun sayang dia terbunuh, lalu kemudian giliran Annabel. Sosok Mama akhirnya muncul ! sekalinya muncul langsung ngamuk-ngamuk ngeri 0.0" dan hendak membawa Victoria dan Lili. Mau di ajak ke alamnya 😶'



Film ini menegangkan, dengan alur yang pas, tidak lambat, dan tidak terlalu cepat. Proporsional. Jenis horror yang tidak melulu focus pada kemunculan sosok ‘hantu’, karena kita dibiarkan untuk menikmati cerita terlebih dahulu. Annabel yang menemukan sisi keibuannya setelah dekat dengan Victoria dan Lili, serta Victoria yang mulai membuka diri pada Annabel.


Sosok Mama kerap di tampilkan samar-samar melalui penglihatan Victoria yang rabun, atau saat bayangan Mama bermain-main dengan Lili. Kemunculan sosok Mama menjadi sesuatu misterius sampai adegan klimaks, sosok Mama seutuhnya di tampilkan saat  dia mengamuk dan nyaris membunuh Annabel.



Sosok Mama di film ini benar-benar menampilkan hantu yg No Mainstream , biasanya hantu kan identik dengan darah-darah di wajah, atau pakaian putih lusuh (eh itu Indonesia ya :D lupa) . Sosok Mama lebih mirip perempuan yang anoreksia dengan jari-jari seperti ranting. Pantas saja Lili dan Victoria nyaman di rawat mama 😶!


tuh dia sosok si Mama yg samar2 (0.0)!!



Jadi sebenarnya yang di takut-takuti bukan visual-mata kita sebenarnya, malah lebih dalem (ga tau apa 😐!!)



Saya memang selalu menikmati film-film sentuhan Guilermo del Toro, beliau mempersonakan kegelapan sebagai alat untuk menjelaskan hal-hal yang sifatnya terang dan indah. Ya kayak film Mama ini, kisah sayangnya seorang perempuan terhadap anak itu di personakan melalui cerita yang dark dan 'rada' seram.

 Misal kayak film Pants Labirinth tentang seorang anak perempuan yang berjuang untuk Ibu dan adiknya dia harus bernegosiasi dengan mahkluk-mahkluk gelap yang tidak indah di mata anak-anak  . Filmnnya emang kesannya rada dark buat anak-anak, biasanya film anak-anak kan ceria dan cerah. Tapi menurutku malah bagus sih biar anak-anak lebih berani dan gak takut dengan gelap. 


The Orphanage tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak adopsinya. Alurnya benar-benar dark padahal gak ada hantu yang seram, tapi ga tau kenapa bawaannya tegang.






Lalu film Don’t Afraid to the dark kisah seorang ibu tiri yang tadinya susah dekat dengan anak tirinya, lalu membuktikan bahwa dia mencintai anak tirinya melebihi nyawanya. Dan lagi-lagi tema dark tidak pernah di lupa Guilermo del Toro. Mahkluk-mahkluk gelapnya mirip sama yang muncul di Pants labyrinth, nonton ini bikin saya berpikir bahwa peri gigi itu bukan sosok yang menyenangkan. 




Film sentuhannya Guilermo yang ga dark mungkin Cuma Hellboy

Taun ini ada kabar Guilermo del Toro mau garap Beauty and the Beast . Hiaaaaak >.< ga sabar pengen liat sentuhan dark nya di dongeng yang bagi para anak perempuan sweet




Sketsa march 19-2013
 

Tidak ada komentar:

Curcol dikit

Dulu sebelum kenal instagram , saya nulis statusnya di blog hehehe setelah dipikir-pikir emang nyaman sih nulis status di blog, apalagi u...