Kamis, 08 November 2012

Resume: History of Architectural Conservation – Juka Jokilehto Chapter 6 Stylistic Restoration




KONTEN
Resume History of Architectural Conservation – Juka Jokilehto Chapter 6 Stylistic Restoration

    

    Prinsip restorasi/perbaikan dan praktiknya di prancis  
    Konsep Gaya Restorasi  
    Konservasi vs Restorasi Inggris  
    Pelestarian dan restorasi di Austria  
    Gaya Restorasi di Italia  
Ulasan singkat Chapter 6 Stylistic Restoration  
Lampiran Terjemahan History of Architectural Conservation – Juka Jokilehto Chapter 6 Stylistic Restoration  

Resume History of Architectural Conservation – Juka Jokilehto
Chapter 6 Stylistic Restoration
Gaya restorasi

    Prinsip restorasi/perbaikan dan praktiknya di prancis

Pada awal abad ke-19 para arsitek membangun tanpa peduli terhadap arsitektur abad pertengahan dan tekniknya. Kasus ini terjadi pada Gereja Abbey Saint Denis menunjukkan bahwa bangunan ini cukup berisiko. Gereja tersebut beroperasi sejak 1805 dan sempat di perbaiki dan di rubah namun tanpa mengerti strukturnya. Pada Juni 1837 di pasang pencahayaan pada puncak menara timur dan barat, dalam proses perbaikannya di percayakan kepada Francois Debret (1977-1805). Tujuannya memperbaiki bagian yang rusak, malah di putuskan untuk menghancurkan puncak dan menara hingga pintu depan. Tanpa survey yang hati-hati, hal ini menyebabkan kerusakan pada bagian bawah, lalu dia membangun tower baru yang berat. Kerusakan baru  kemudian muncul, dan di perbaiki dengan semen dan besi. Tapi situasi malah memburuk.
Kemudian prinsip-prinsip restorasi mulai dikembangkan dari konsep pada tahun 1830-an dengan  intervensi konservator yang jumlahnya sedikit  berdasarkan studi arkeologi yang penuh kehati-hatian, untuk 'restorasi lengkap' yang  nan lebih drastis yangterjadi pada pertengahan abad. Prinsip-prinsip awal dirangkum oleh Adolphe Napoleon Didron (1806-1867), arkeolog, pelukis kaca, dan pendiri Les Annales Archeologiques pada tahun 1844, serta sebagai salah satu kritikus terkemuka restorasi di Perancis pada 1840-an.

Restorasi pada jaman itu banyak mengalami perbedaan tafsir diantara para arsitek dan konservator, hal ini disebabkan perbedaan cara pandang terhadap ide konservasi. Salah satu Konservator yang idenya di terima dan kosepnya terhadap restorasi di gunakan saat itu adalah Viollet-le-Duc adalah seorang juru gambar yang handal, dan bekerja sebagai arsitek desain bangunan baru, sebaik furnitur dan interior, termasuk desain kereta kerajaan. Proyek restorasi utamanya termasuk katedral-katedral di Paris, Amiens, Reims dan Clermont-Ferrand, gereja-gereja Saint-Just di Narbonne, La Madeleine di Vezelay, Saint-Pere-sous-Vezelay, Beaune, Saint-Denis, Saint-Semin of Toulouse and Eu, sebaik membangun benteng kota Carcassonne, Tembok Synodal di Sens, kastil Coucy, kastil Pierrefonds, dan benteng Avignon. Disamping itu, dia dilibatkan dalam banyak rencana lain di Perancis, Belgia, Belanda dan Switzerland. Pengaruh langsung atau tidak langsungnya dirasakan seluruh Eropa dan bahkan benua lainnya, dan dia menjadi symbol nyata dari pergerakan restorasi.

-. Vezelay
LaMadeleine of Vezelay, sebelah tenggara Paris, dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1979 sebagai salah satu situs Perancis dan itu menjaga tempat penting dalam sejarah arsitektur Perancis. Bagian tengah gereja adalah sebuah contoh mengagumkan dari tradisi gaya arsitektur Roma.

-. Notre Dame
Katedral Notre-Dame, didirikan pada abad kedua belas, telah melalui banyak transformasi. Karena pada abad ke-18 bangunan ini cukup banyak menderita, selain  usia juga karena aksi vandalism, banyak patung-paatungnya di rusak dan di jual. Kemudian Viollet-le-Duc, Lassus, dan di bantu konservator lainnya, melakukan restorasi terhadap Notredame.

-. Carcassonne
The Cité Carcassonne, sebuah benteng asal Romawi, telah secara substansial dimodifikasi pada abad ketiga belas, dan tidak pernah  mengalami penaklukkan sejak saat itu. Telah bertahan dengan fungsi militernya sampai Revolusi Perancis, namun, pada awal abad kesembilan belas, dimana  Status militer telah dihapus, dan batu yang secara bertahap dihapus sebagai bagian bahan bangunan. Bagian atas benteng kemudian hilang. Kemudian di retorasi kembali pada tahun 1855 dengan mengembalikan bagian-bagian bangunan yang hilang.

    Konsep Gaya Restorasi

Hingga tahun 1840 an sebuah debat berlanjut pada prinsip-prinsip restorasi.
Bourasse mengacu kepada dua baris pemikiran mengenai pertanyaan: kelompok yang pertama ingin mempertahankan sisa-sisa yang ada (tradisional) meskipun terpotong-potong, sedangkan kelompok yang kedua memilih untuk terus maju dengan melakukan restorasi (pembaharuan) dengan hati-hati (sangat teliti). Kelompok pertama mempertimbangkan bangunan bersejarah sebagai saksi, dan bukti dokumentasi yang mereka butuhkan untuk dilestarikan secara utuh dan otentik tanpa pemalsuan.
Pendukung dari pendapat lainnya, yang bertentangan, tidak hanya mempertimbangkan bangunan-bangunan lama sebagai monumen bersejarah, tetapi juga mengambil fakta sebagai pertimbangan bahwa bangunan-bangunan ini masih mempertahankan kultus dan upacara yang sama.
Bourasse dengan jelas memihak kepada kelompok “pejuang” kedua ini, dan secara khusus mengemukakan pertanyaan tentang kontinuitas nilai tradisional. Dia setuju bahwa monumen Roma kuno, yang mana adalah bagian dari peradaban terdahulu dari sejarah- harus dipelihara dalam masa kini sebagai dokumen atau sebagai bagian dari dokumen.

Bourasse mempertimbangakan bahwa monumen “hidup” dapat juga menjadi pencapaian penting dari seseorang sebagai seni pekerjaan dan arsitektur, dan ditangani oleh para professional terampil yang mana telah mampu untuk menjamin kualitas kerja yang diperlukan. Beliau mengacu pada restorasi cathedral yang sedang berlangsung di kampung halamannya. Perjalanan, dimana arsitek, C-V Guerin (1815-1881) telah meletakkan bagian asli dari ornamen kedalam musium lokal.
Istilah restorasi dan hal itu sendiri adalah bersifat modern. Untuk memperbaharui dengan tidak mempertahankannya, untuk memperbaiki atau untuk membangun ulang ; ini untuk mengembalikannya lagi dalam kondisi lengkap dimana mungkin tidak akan pernah ada lagi pada waktu tertentu (yang akan datang).
Menurut Violet le duc, bahwa seorang restorator tidak hanya mengerti aristektur tapi juga punye pengetahuan sejarah, sehinggga ketika melakukan pekerjaan restorasi dia dapat memperkirakan bahwa apa yang dia bangun tidak merusak bentuk semula dari bangunan.

    Konservasi vs Restorasi Inggris

Perlindungan terhadap bangunan bersejarah di Inggris dahulu dilakukan berdasarkan usaha perseorangan. Bahkan abad ke 20, usaha signifikan untuk memelihara dan memeperbaiki Chatedral terbaik di kota telah dilakukan berdasarkan substansial pendanaan swasta.
Tahun 1877 Inggris melakukan pelestarian melalui pendekatan lembaga untuk melindungi bangunan kuno. Berbagai komunitas pecinta benda bersejarah bermunculan Seperti grup georgian, masyarakat victoria, dewan untuk Arkeologi Inggris, dan sebagainya. Di waktu yang sama, ada percobaan untuk membentuk institusi resmi untuk melindungi bangunan bersejarah seperti sistem yang berlaku prancis.

Di tahun 1841, John Britton, yang telah mendaftarkan nama-nama bangunan bersejarah di London, dihubungi Joseph Hume (1777-1855), seorang anggota parlemen, untuk menjadi komisi penyelidik di The House of Commons. Di tahun yang sama, Sir George Gilbert Scott diusulkan pendirian Komisi Antiquarian untuk membantu dalam pengawasan restorasi. Dari periode tahun 1840an sampai 1860an ditandai oleh meningkatnya praktek restorasi, maupun perdebatan hebat pada prinsip-prinsip perawatan struktur bersejarah. Peran penting dalam perdebatan ini dimainkan oleh the Cambridge-Camden Society yang didirikan oleh dua lulusan Cambridge, John Mason Neale (1818-69) dan Benjamin Webb (1819-85) di tahun 1839.50 Bermaksud mempromosikan ritual katolik, bangunan gereja yang tepat, dan banyak mengetahui restorasi. Banyak arsitek menjadi salah satu anggota atau terpengaruh oleh lembaga  misalnya Rickman, Salvin, Cockerell, Street, Butterfield dan Scott. Prinsip-prinsip tersebut diluncurkan dalam “The Ecclesiologist”, dipublikasikan pertama kaali di tahun 1841, dan banyak publikasi dilakukan oleh anggota. Polemic kemudian muncul ; masyarakat dituduh melakukan konspirasi untuk mengembalikan ajaran roma katolik. Itu dibubarkan dan didirikan kembali sebagai Masyarakat Ecclesioligical tahun 1845. Salah satu kunci dari objektivitas masyarakat yaitu untuk memulihkan kembali gereja orang-orang Inggris untuk mencapai kejayaanya lagi, yang terbaik adalah gaya murni.

-. Arsitek Ekklesiologis
Salah satu arsitek favorit Ecclesiological yaitu Anthony Salvin (1799-1881), anggota The Society of Antuquaries dan Oxford Archirectural dan Historical Society. Dia memiliki tempat praktik yang luas, bekerja pada cathedrals of Norwich, Durham dan Well, dan juga pada banyak gereja.
John Loughborough (1817-96) dilatih oleh Ignatius Bonomi dan Salvin, yang memeperkenalkan dia kepada Ecclesiological principle. Dia banyak mengkoordinir praktisi bangunan dan restorasi gereja, berhadapan dengan lebih dari ratusan gereja parish dan beberapa cathedral. Pada tahun 1870 dia mendapat nominasi Surveyor of Lincoln Cathedral, dan pada tahun 1879 penerus untuk Scott di Westminster Abbey, banyak dikritik oleh William Morris. Favorit lain Camdenians yaitu William Butterfield (1814-1900); ia memperkenalkan interpretasi, individu istimewa arsitektur gothic dan polychromy kuat yang disukai.

Selama tahun 1840an muncul perdebatan baru di Inggris mengenai prinsip-prinsip konservasi dan restorasi bangunan-bangunan bersejarah, dan khususnya gereja-gereja abad pertengahan. Perdebatan membagi masyarakat ke dalam dua kelompok yang saling bertentangan, pelaku restorasi dan anti restorasi, dan secara berangsur-angsur memimpin untuk mengklarifikasi prinsip dari konservasi. Melihat perdebatan dari sudut pandang umum, kedua belah pihak tampaknya memiliki banyak kesamaan; perbedaan dasar yaitu pada definisi objek. Pelaku restorasi yang sebagian besar peduli terhadap konservasi dan jika perlu, terlabih dahulu merekonstruksi bentuk arsitektur, pada saat yang sama menekankan pada aspek praktikal dan fungsional. Anti-restorasi, sebaliknya, sadar waktu bersejarah bersikeras bahwa setiap objek atau konstruksi termasuk spesifik historic dan konteks kultural, dan sangat tidak mungkin untuk menciptakan kembali dengan arti yang sama diperiode yang berbeda.

-. George Gilbert Scott
Salah satu protagonis utama dalam mengkuti debat restorasi yaitu Sir George Gilbert Scott (1811-78), Victorian Architect paling berhasil dalam praktik besar restorasi gereja. Scott mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pekerjaannya. Sebagian besar karyanya berurusan dengan bangunan bersejarah. Scott mempertahankan bahwa jika gereja-gereja dapat ditunjukkan hanya sebagai dokumen yang jelas/fakta dari arsitektur kuno; seperti puing/reruntuhan antik, mereka sebaiknya secara jelas di tunjukkan di bangunan masa kini-  bagaimanapun levelnya. Namun, mempertimbangkan kebutuhan penggunaan gedung untuk tujuan yang sesuai.

    Pelestarian dan restorasi di Austria

Kebijakan awal untuk perlindungan benda budaya di Austria di tujukan dan di fokuskan pada benda yang dapat di pindah-pindahkan. Bermula saat kepemimpinan Maria Theresa yang mengoleksi dan menjaga dokumen arsip pada 12 agustus 1749, di tahun yang sama arsip di kumpulkan. Selama awal dan pertengahan abad ke-19 mendapat pengaruh dari Itali, Inggris, Prancis, dan Prusia. Hal ini meningkatkan  perhatian terhadap perlindungan benda-benda antic dan bangunan bersejarah. Di akhir abad ke-19 muncul semangat patriotism yang menyemangati masyarakat untuk menemukan dan mempromosikan budayanya.

Sesuai dengan itu pada 31 Desember 1850, kerajaan menandatangani usulan untuk menetapkan Komisi pusat untuk Penelitian dan konservasi bangunan bersejarah. Di bawah arahan Karl Freiherr Czoernig Von Czernhausen (1804-89). Pada tahun 1873, komisi itu diperbesar untuk mencakup semua 'monumen artistik dan bersejarah' dari zaman prasejarah dan kuno sampai akhir abad kedelapan belas. Komisi pusat bekerja atas dasar sukarela, melainkan mengkoordinasikan kegiatan konservator kehormatan ditunjuk ke berbagai bagian kekaisaran, dan WAA didorong untuk mencari dukungan dari semua sumber daya pribadi yang tersedia, termasuk masyarakat.
Menurut instruksi (1853) tugas komisi pusat termasuk persediaan, dokumentasi, perlindungan hukum, dan aproval proyek restorasi bangunan bersejarah. Definisi hukum 'baudenkmal' (bangunan bersejarah, monumen) adalah bangunan atau struktur tetap sebelumnya yang memiliki nilai tentang kenangan historis atau memiliki nilai artistik dan yang tidak dapat dihapus dari situsnya tanpa kerusakan. Monumen seperti itu harus dilindungi terhadap resiko pembusukan atau perusakan, dan komisi itu harus berkonsultasi untuk setiap perubahan atau transformasi dalam pengaturan.
Arsitek restorasi utama yang sangat dipengaruhi kebangkitan gothic dan praktek restorasi di Kekaisaran Austria, adalah Friedrich von Schmidt (1825-1891). dia bekerja pada cologne Cathedral dari 1843. Diajarkan di akademisi dari milan (1857-1859), dan dipulihkan S Ambrogio di milan, dan San Donato di Murano. ia mempersiapkan proyek Untuk S Giacomo Maggiore di Vicenza, dan untuk 'gothicization' dari Milan Cathedral. Pada 1863, ia dinominasikan surveyor ke St Stephan Dom di Wina, melakukan restorasi panjang yang dimulai dengan membangun kembali menara. Sejumlah besar bangunan bersejarah di seluruh bagian negara itu dikembalikan oleh dia, termasuk Karlstein Castle (1870), Zagreb Cathedral (1875), Klosterneuburg, serta St Veit Katedral di Praha.
Dalam periode romantisme dan Historismus, restorasi sebagian besar banyak terinspirasi oleh contoh Scott dan Violet-Le-duc. Pada saat yang sama, penelitian dan dokumentasi berlanjut, dan pengetahuan arsitektur bersejarah meningkat dalam periode ini.

    Gaya Restorasi di Italia

Beberapa perintah telah didirikan untuk melindungi bangunan abad pertengahan sejak abad kelima belas. Namun pada abad ke-19 ada tren mengubah bangunan lama menjadi bangunan baru. Dengan kedatangan kebangkitan Gothic, ini sikap ini secara bertahap berubah.
Pada 1823, Basilika Cristian di san paolo rusak parah dalam api. Proposal untuk rekonstruksi disusun oleh Valadier yang tidak mendukung membangun replika, lalu di putuskan untuk memperbaiki bagian bangunan yang terbakar saja. Di antara restorasi pertama bangunan abad pertengahan, adalah balai kota cremona, dimana sebelumnya telah dimodifikasi dalam gaya klasik. Tahun 1848-50, yang curch san pietro di Trento memiliki tampilan Gothic baru yang dirancang oleh Pietro Selvatico Estense (1803-1880), eksponen penting pertama dari kebangkitan gothic di Italy.
Salah satu pesaing utama di florence Italia adalah Giuseppe Domenico Partini (1842-1895), Dari 1865 sampai kematiannya, dia bekerja di Katedral f Siena, memperbarui dan memulihkan hampir semua bagian utama dari Bangunan, Termasuk patung Giovanni Pisano di depan barat dan lantai mosaik.

Restorasi membangkitkan beberapa kebingungan bahkan di antara para pendukungnya, yang mengeluh bahwa meskipun model kuno selalu memiliki semua detail dan dapat direproduksi, fasad akan tampak sangat berbeda dari apa yang telah terjadi sebelumnya (Rubini, 1879, Buscioni, 1981:44). Semua penambahan di interior Baroque dekaden telah dihapus (seperti yang telah dilakukan di katedral florence, Pisa dan Arezzo) Dalam rangka untuk mengembalikannya ke 'keindahan aslinya' (buscioni. 1981:45) Ketika memulihkan bangunan Romawi Partini menganggap 'mereka ketuaan '. Dan memperlakukan mereka dengan cara yang parah. Ketika berhadapan dengan bangunan gothic sebaliknya, ia leet semangat kreatif nya berjalan bebas, seperti di Siena Cathedral. Antusiasme untuk pengerjaan membuatnya menghiasi bangunan dengan lukisan dinding, mosaik, karya logam, dll kritikus modern telah menekankan betapa masa lalu dan sekarang yang dipahami sebagai satu realitas yang sama dalam karyanya, dan ia bekerja 'di atas waktu historis dalam semacam identitas metode '(Buscioni, 1981:9).

    Ulasan singkat dari Chapter 6 Stylistic restoration

Restorasi bermula pada abad 19 yang pada awalnya di lakukan tanpa mempehatikan detail arsitektur pada abad pertengahan. Sehingga dalam praktiknya Restorasi banyak menimbulkan perdebatan pendapat di kalangan konservator. Sejauh mana dan sebatas mana kegiatan restorasi di lakukan?

Restorasi di Perancis di mulai oleh kelompok-kelompok minoritas yang mempunyai kepedulian terhadap keberlangsungan cagar budaya setempat begtupula di Inggris. Sekalipun saat itu ada perbedaan tafsir tentang restorasi, namun pendapat dan upaya restorasi yang banyak di terima serta di pakai  saat itu adalah Violet Le Duc. Pengaruh langsung atau tidak langsungnya dirasakan seluruh Eropa dan bahkan benua lainnya, dan dia menjadi symbol nyata dari pergerakan restorasi.    Menurut Violet le duc, bahwa seorang restorator tidak hanya mengerti aristektur tapi juga punye pengetahuan sejarah, sehinggga ketika melakukan pekerjaan restorasi dia dapat memperkirakan bahwa apa yang dia bangun tidak merusak bentuk semula dari bangunan

 Di inggris sempat muncul paham konservasi Arsitektur Ekklesiologis, yaitu selain merawat/mengkonservasi bangunannya juga menghidupkan/mempertahankan kegiatan/ritual yang berlangsung di dalamnya. Hal ini menimbulkan banyak pertentangan di mana saat itu gereja-gereja beraliran katolik Roma sementara Inggris adalah kerajaan yang menganut protestan. Selain itu ada perdebatan pro restorasi dan anti restorasi keduanya hanya berbeda pada masalah objek namun memiliki banyak persamaan sebagian besar peduli terhadap konservasi. Sedangkan Restorasi di Austria dan di Italia sama-sama di akomodasi oleh kerajaan/pemerintah yang berkuasa dan juga mendapat pengaruh dari gaya restorasi Violet Le Duc.
Terlepas dari perbedaan perbedaan tafsir restorasi saat itu, kegiatan konservasi yang di lakukan saat itu adalah titik awal yang melandasi kegiatan konservasi saat ini. Kegiatan konservasi penting posisinya saat ini sebagai upaya rekam jejak sejarah dan member ruang kepada generasi berikutnya untuk mengenal identitas serta sejarah yang berlaku di negerinya.

di ringkas/resume seadanya oleh Sketsa Ultra Pelangi

Sekilas Teori Konservasi Arsitektur



 
Pelestarian berasal dari kata Lestari yang artinya adalah tetap selama-lamanya, tidak berubah.
Pelestarian adalah upaya untuk membuat sesuatu tetap selama-lamanya, tidak berubah , mempertahankan sesuatu sebagaimana adanya.
Konsep awal pelestarian adalah konservasi
(Sumber : Endarmoko, Eko 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia)

Upaya Pelestarian (Attoe, 1986:402; "Budiharjo, 1987: II-4 dan II-5; Catanese dan Snyder,1979:402; Danisworo, 1988)

1. Preservasi
    Adalah upaya pelestarian sesuatu tempat persis seperti keadaan aslinya tanpa adanya perubahan, termasuk upaya mencegah kehancuran.

2.    Konservasi
    Upaya untuk melestarikan bangunan, mengefisienkan penggunaannya dan mengatur arah perkembangannya di masa mendatang. Strategi ini di lakukan agar tempat-tempat menarik tidak diubah secara tidak sesuai.

3.    Restorasi
    Upaya untuk mengembalikan kondisi fisik bangunan seperti sedia kala dengan mernbuang elemen-elemen tambahan memasang kembali bagian-bagian orisinil yang telah hilang, tanpa menambah bagian baru.

4. Rehabilitasi
    Merupakan upaya mengembalikan kondisi suatu bangunan yang telah mengalami kerusakan/kemunduran atau degradasi, kepada kondisi aslinya sehingga  dapat berfungsi  kembali  sebagaimana mestinya.

5. Renovasi
    Tindakan untuk mengubah interior bangunan baik sebagian kese!uruhan sehubungan dengan adaptasi bangunan tersebut terhadap penggunaan baru atau konsep-konsep modern.

6. Addisi (Addition)
    Pembangunan baru pada kawasan yang dilestarikan dengan mengabstraksikan bentuk-bentuk bangunan  yang sudah ada. Pembangunan ini bukan merupakan suatu tiruan yanq persis tetapi hanya menunjang karakter kawasan tersebut.

7. Adaptasi / Revitalisasi
    Segala upaya untuk merubah tempat agar dapat dipergunakan untuk fungsi yang sesuai, keguanaan tidak menuntut perubahan drastis atau hanya memberikan dampak yang minimal.

8. Rekonstruksi
    upaya untuk mengembalikan keadaan sebuah objek, fabric, tempat yang telah hilang atau pun hancur sebagian/rusak kepada kondisi semula/awal, sejauh bisa diketahui; upaya tersebut ditandai dengan penggunaan bahan/material baru atau pun lama.

9. Demolisi adalah penghancuran atau peromabkan suatu bangunan yang rusak atau membahyakan.

10. Revitalisasi
     Revitalisasi adalah suatu kegiatan untuk mengembalikan atau menghidupkan kembali suatu kawasan dalam konteks kota yang tidak berfungsi atau menurun fungsinya agar menjadi hidup atau berfungsi kembali.   .

11. Peremajaan (urban renewal)  
Peremajaan kota (urban renewal merupakan salah satu upaya atau pendekatan di dalam proses perencanaan yang diterapkan untuk menata kembali suatu kawasan tertentu di dalam kota, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih memadai dari kawasan kota tersebut.

12. Pembangunan kembali (peremajaan menyeluruh / redevelopment)
Upaya penataan kembali suatu kawasan dengan terlebih dahulu melakukan pernbongkaran sarana dan prasarana dan sebagian atau seluruh kawasan kota tersebut yang telah  dinyatakan tidak dapat dipertahankan lagi kehadirannya. Biasanya terjadi perubahan secara struktural dari peruntukan lahan, profil sosial ekonomi, serta ketentuan ketentuan pembangunan lainnya yang mengatur interatas pembangunan baru (KLB, KDB, GSB, tinggi maksimum, dan lain lain).

Blushing Virus

ya saya menamakannya Blushing Virus,, eh ? tumben tumben Sketsa nulis ginian? nada-nada diary gitu...biasanya berbau- bau artikel Ilmiah populer ato tulisan ala serius... (tumben ngejek tulisan sendiri) ... saya barusan kena blushing virus,, baru di kasih link bacaan ma temen... trus bacanya sambil blushing2 pink (lumayan ngehemat blush-On ) .. itu cerpen bersambung gitu,, tapi ritual membacanya beda ama baca2 biasanya (komik One Piece, black swindler,dkk) .. sampe guling-guling ga jelas.

Deskripsinya kurang lebih kayak gini:

Denpasar yang ga pernah, hujan hujan jam tiga pagi tadi.
Bau tanah kena Hujan mendadak wangi (padahal sebelum2nya saya ga yakin itu ada baunya)
Nyamuk2 menyebalkan yang suka mengganggu malam mendadak cute
Pakaian Kotor yang numpuk mendadak tidak menyebalkan, malah sangat artistik
tisyu bekas yang nongol di atas meja mendadak futuristik
saya mendadak melankolis
mendadak geje nulis macam ginian

ini apa ya?
saya nyebutnya Blushing virus

tumben -Sketsa Ultra Pelangi- nulis tulisan GeJe hmm wathever

Berdamai dengan kearifan Lokal

Kampung, Permukiman Tradisional, Tradisional..? Apa yang terlintas ketika kata Tradisional ini muncul?.. Kuno? Jadul? Kampungan? Ketinggalan Jaman? . Ya.. benar, dan itu wajar. Karena memang seperti itu kenyataannya.
Permukiman Tradisional memang berangkat dari tradisi bermukim orang-orang dari masa lalu yang masih ada hingga saat ini. Jadi wajarlah kalo di bilang jadul, kan emang dari jaman dulu. ^-^a 


Seiring dengan berkembangnya zaman, muncullah Istilah Globalisasi, Modern.. Lalu ide-ide globalisasi ini cenderung mendorong ide-ide yang berasal dari masa lalu, tradisional dan bersifat lokal untuk menyingkir, karena dianggap tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Tidak modern. Paradigma seperti ini sebenarnya perlu di luruskan, karena tradisional dan lokal tidak berarti tidak dapat di rujuk.
Permukiman Tradisional sangat akrab dengan Kearifan lokal, mayoritas Permukiman Tradisional di Indonesia memiliki Kearifan Lokal.
Teknologi permukiman muncul akibat adanya tantangan di lingkungan permukiman tersebut, dan hal ini berlaku pada permukiman tradisional, dan menjadi salah satu kearifan lokal yang dimiliki permukiman tradisional. Karena itu tiap permukiman tradisional punya karakteristik kearifan lokal masing-masing. Di kaitkan dengan Ide Globalisasi, sebenarnya nilai-nilai kearifan lokal justru bersifat universal/global. Misal konsep ramah lingkungan, hemat Energi, serta Sustainability.


(Gambar permukiman tradisional kampung naga yang konsep ramah lingkungan, hemat Energi, serta Sustainability)

Ide-ide seperti ini masih sangat sesuai dengan konteks kekininian. Apalagi jika konsep serta pengetahuan tersebut di adopsi dan di kreasikan dengan konteks masa sekarang. Jadi sangat tidak beralasan jika masih menganggap bahwa permukiman tradisional tidak sesuai dengan konteks kekinian dan perlu di rubah/di modernkan.
Permasalahan permukiman tradisional yang kerap di keluhkan oleh para “pembaharu” adalah tidak ada kemauan dari komunitas tradisional untuk maju, buruknya sanitasi, kotor, dan semacamnya. Hal ini dapat di seleseaikan tanpa harus “memodernkan” mereka. Kita dapat menawarkan solusi pembenahan dan perbaikan tanpa harus merombak karakteristik yang sudah ada.
Permukiman Tradisional merupakan Aset budaya bangsa, dari sini kita dapat belajar dari mana kita berasal, kita belajar tentang kearifan dari masa lalu, kearifan terhadap alam, terhadap sesama, terhadap sekitar, kita juga dapat belajar budaya yang kita punya. Berdamai dengan Kearifan lokal bukanlah hal yang merugikan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah (masa lalu)
Bung Karno
Sketsa Ultra Pelangi
Denpasar 23 September 2012. 2.53 PM

Sumber Gambar:
http://www.indotoplist.com/member/admi/img_detail.php?detail_id=821&jen=2

copyright sketsa ultra pelangi 23 September 2012 duniasketsa.multiply.com

cerpen : Surat-surat untuk Fajar





Cinta selalu di visualisasikan dengan warna pink cerah, penuh harapan, optimisme, keceriaan, dan gairah hidup. Cerita cinta harusnya berakhir bahagia seperti dongeng putri salju, cinderela, dan kisah Pangeran dan putri lainnya. Makanya jika ada orang bertanya cerita cintamu berwarna apa?
Aku Jawab: Putih Pucat
Apa karena cintaku suci? Makanya memilih warna putih?
Bukan!.
Karena cerita cintaku berakhir dengan warna putih. Tak ada warna lain selain putih. Dan sekeras apapun aku ingin merubahnya, hasilnya tetap putih. Kosong. Sesak dan menyesakkan. Bahkan menangis pun tidak bisa merubah warna putih itu.
***
    
Untukmu
    Dariku
    Surat ini tolong di baca.

Sabtu di bulan Mei
Pertama kali melihat namamu ada dalam daftar yang akan di tes seleksi PMDK. Hanya barisan nama yang bernomor. saat itu namamu tidak begitu berarti. Tidak untuk saat itu. Mungkin nanti.

Selasa di bulan Juni
Tes seleksi PMDK, aku tidak tahu apa jurusanmu. Tapi yang pasti kita satu fakultas. Aku memilih fakultas ini karena ku tahu fakultas ini hanya butuh mahasiswa yang rajin dan pekerja keras ,bukan mahasiswa yang banyak omong tapi penuh omong kosong.
Kita di tes pada ruangan yang sama. Aku tes membuat gambar Sketsa pada kertas putih secara manual, dan kau membuat disain grafis pada laptop. Tidak ada suara, tidak ada tegur sapa. Kita berdua adalah dua orang asing yang tidak mau saling tahu.

Senin di bulan Juli
    Daftar ulang mahasiswa baru, kita di pertemukan pada antrian yang sama. Ada kesalahan pada pengisian formulir milikmu.
    “Punya Tipex?,” itu kata yang pertama kali yang kau ucapkan padaku.
    Kusodorkan Tipex milikku yang akhirnya tidak pernah kembali, karena aku tidak pernah meminta dan kau tidak pernah mengingat untuk mengembalikan. Mungkin sudah hilang, aku pun tidak tahu. Kalau belum hilang, simpan saja.

Senin di bulan Agustus
    Ospek mahasiswa baru di fakultas teknik begitu keras. Aku berkali-kali menangis diam-diam di toilet. Apa aku memang tidak pantas jadi mahasiswa?. Senior-senior itu tanpa perasaan mengomeli dan berbicara keras di telingaku.
    “Heh?! Kenapa diam saja?! Kamu tuli? Ayo jawab, kamu bisu ya?!”
    Ya kan? Kasar banget ngomongnya. Kalau kau? Apa yang akan kau lakukan?.
Aku diam bukan karena aku tidak punya pemikiran untuk di utarakan. Tapi karena ... ah sudahlah, mungkin begitu cara para senior mencari kesenangan. Jadi biarkan saja.
    Hanya karena kau berlari dengan para mahasiswa baru lainnya dengan wajah teduh di sana, aku pun bisa menghentikan kecengenganku. Berusaha menjadi kuat.

Selasa di bulan Oktober
    Seminar itu ku datangi, seminar untuk memotivasi jiwaku yang didominasi pesimisitas menjijikkan.
Kebetulan yang menyenangkan, tiap kali seminar, kau disana. Izinkan aku melihatmu. Aku tidak berharap kau menyadarinya. Yeah sepertinya aku mengerti ada yang tidak beres dengan perasaanku. Perasaan yang hangat.

Kamis di bulan Oktober
    Ini tidak boleh terjadi, karena aku akan mengharapkan hujan di gurun sahara. Mengharapkan dirimu adalah harapan kosong, tapi entah kenapa hari-hariku diliputi rasa optimis jika memikirkanmu dan memikirkan surat-surat yang suatu saat mungkin dapat kuserahkan padamu. Jadi izinkan aku untuk memiliki rasa ini.
Jika suatu hari nanti aku bisa menyapamu untuk sekedar menanyakan apa kau ingat aku?. Apa kau akan bersikap sinis padaku seperti yang lainnya?.

Januari Awal
    Kau terlihat di lantai dua rektorat universitas, apa kau juga sedang mengurus beasiswa?. Berarti sama dong. Sebenarnya, aku ingin menyapamu, tapi aku hanya bisa tersenyum mengangguk dengan canggungnya.
Tapi alangkah terima kasihnya aku, kau membalas tersenyum. Sudah ku duga kau memang orang yang ramah.

Minggu di bulan Januari
    Kau tersenyum ramah ketika kita berpapasan di Mading fakultas, tidak!. Dadaku sesak. Sudah kuduga dari awal, aku memang menyimpan perasaan padamu. Sekali lagi, apakah boleh aku memilikinya?.

Selasa di bulan januari
    Kau jangan percaya dengan apa yang terjadi kemarin, gadis-gadis sengak itu memang sudah lama suka mengerjaiku. Makanya aku berang dan melempari mereka dengan sepatu fladeo milikku, biar saja biar tau rasa. Apa itu jahat?. Aku tidak suka di perlakukan seperti itu layaknya orang yang tidak normal, padahal kita kan sama-sama manusia juga. Aku berharap kau tidak berpikiran picik seperti mereka. Aku tahu kau orang yang berbeda.

kamis di bulan januari
    Jadi kukatakan; aku mengagumimu, itu saja. Siapa sih aku? Tidak pantas rasanya kalau kukatakan aku mencintaimu. Rasanya terlalu radikal ya. Apalagi aku perempuan.
    Kau ingat? Kita berpapasan di perpustakaan, aku melupakan nomor kode rak buku yang ku cari, dan kau membantuku untuk menemukannya. Kau benar-benar baik hati. Bagimu mungkin itu biasa, tapi aku sungguh merasa di hargai.
***

    “Cie.. cie surat buat siapa tuh,” Mariska diam-diam dari belakang membaca surat yang kutulis.
    Berisik, mau tau saja. Aku saja gak pernah mengurusi urusannya.
    “Liat dunk” Mariska menyambar surat yang belum selesai kutulis. Aku mencoba menggapainya, dan dia mempermainkanku.
    Hei kembalikan! jerit batinku.
    “Ngomong apa sih kau? Yang jelas dong,” Mariska berlagak seperti orang yang sakit telinga, mengorek-ngorek kupingnya yang seolah kemasukan lalat. menyebalkan. Dia menginjak harga diriku.
    Aku mengumpatinya, meminta suratku kembali. Mariska kumohon kembalikan, mataku sudah berkaca-kaca. Suaraku parau meminta. Tidakkah dia memikirkan perasaanku? Padahal kami sama-sama perempuan.
    “Ngomong yang jelas dong. Wa wa wa wa wa wa ba ba ba ba ba ngomong apa sih?. Kita-kita manusia lho,” kata mariska diikuti derai tawa beberapa anak.
    Aku menangis, tapi aku tidak lemah. Dan akhirnya aku melakukannya. Ku pukul wajah Mariska dengan diktat kuliah. Ouch. Terlalu keras! Jidatnya memar. Maaf Mariska, tapi kau memang menyebalkan.

    ***

Awal februari
    Mahasiswa baru sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan kemah kerja mahasiswa di desa terpelosok. Mendirikan tenda, membantu membuat saluran irigasi, pemasangan pipa buat kebutuhan air penduduk, dan bakti masyarakat lainnya.
Terimakasih Tuhan, beruntungnya aku. Sekelompok denganmu. Kumohon. Aku ingin diperlakukan sama.
Aku sedikit shock ketika mendengar:
“Si Ani dan Fajar kan saling suka, kenapa belum jadian?”
“Nunggu moment yang tepat kali buat Fajar nembak Ani”
Mendengar itu, seluruh sendiku lemas.
Benarkah apa yang kudengar itu Fajar?

12 februari
    Aku sudah putuskan untuk memberikan surat-surat ini padamu. Ini bukan ungkapan Cinta. Hanya sebuah surat yang ingin dihargai.
    Aku tidak peduli kau suka pada siapa, dan siapa yang suka padamu. Aku hanya ingin kau tahu.
***

    Aku harus memberikan padamu sekarang. Harus.
    Aku melihat dirimu sedang sendirian memperbaiki pasak tenda. Tuhan bantu aku!. Aku pun melangkah ke arahmu. Tapi...
    “Weiit.. weiit, apaan tuh yang di pegang si Kalem,” Suara Mariska lagi?. Tidakkah dia kapok dengan peristiwa kemarin?. Dia menghadang di depanku seperti mimpi buruk. Perasaanku tidak enak.
    “Waduww, seperti kumpulan surat cinta gitu deeh, amplopnya Pink!. Wah mau nembak nih,” teman-teman Mariska, Tania dan Rena sudah bergabung. Kenapa sih cewek-cewek kurang kerjaan ini senang sekali mengusik hidupku.
    “Hup, dapat!,”
    Oh Tuhan! Tidak!. Suratku telah di rampas mereka.
    Tania mulai membaca keras-keras.
    “Untuk: Fajar. Ha? Fajar Siapa neeeeeeeh”
    “Ada yang ngerasa namanya Fajar disini gak? Siap-siap dapat pengakuan cinta nih dari si Kalem”
    Ya Tuhan ku mohon tolong aku, turunkan petir atau Air bah agar manusia-manusia didepanku ini berhenti membaca. Aku menangis memohon agar suratku di kembalikan.
Tanganku menggapai-gapai, tapi mereka pandai menghindar.
Orang-orang mulai berkerumun mendengarkan suratku di bacakan. Malu sekali. Rasanya aku ingin lenyap di telan bumi. Kenapa aku yang harus lenyap?. Harusnya kumpulan perempuan sinting yang sedang mempermalukanku ini yang harusnya lenyap.
    “Fajar Harun? Atau Fajar Tukang Bakso depan sekolah?. Ha ha ha,” derai tawa sahut menyahut menderas dan bergelombang-gelombang menyakitkan telingaku dan menghantam hatiku.
    Ku mohon hentikan!.
    Dan? Fajar medekati kerumunan, dan mulai menjadi bagian dari kerumunan orang yang mendengarkan itu dengan tampang datar.
    “Oooowh Fajar sayang, betapa beruntungnya diriku yang hina dina ini Bisa sekelompok denganmu, kalau tidak... diriku pasti sudah mati kehabisan napas. Ha ha ha ha”
    Pembual!, Isi suratku bukan seperti itu. Kenapa mereka tidak mau berhenti?.
    “Fajar sejak lama aku selalu memperhatikanmu, perasaanku padamu telah membuat jiwaku yang cacat menjadi normal”
    “Bah , sejak kapan dia jadi anak normal. Mimpi!”
“Ha ha ha”
Semua orang ikut tertawa bagai koor paduan suara penghina yang luar biasa mengerikan. Aku heran kenapa manusia-manusia picik seperti mereka dianggap normal.
    Ku mohon-mohon pada mereka, tidak di gubris. Kuambil batu besar terdekat.
Aku sadar ini tidak boleh, tapi aku marah. Ku hantam dengan batu mulut kotor perempuan-perempuan yang mempermalukan aku dan suratku itu. Mereka jatuh tersungkur dengan bibir pecah berdarah-darah. Perempuan-perempuan yang hatinya terbuat dari lumpur comberan, teganya menginjak-injak perasaanku. Mereka merangkak menjauh. Orang-orang berlarian panik, dan berteriak seolah aku hewan buas yang baru dilepas dari kandang.
    Mataku melihat berkeliling, Fajar menjauh dari kerumunan. Menatapku seolah jijik dan takut. Jiwaku menangis.
Fajar ku mohon jangan salah paham.
    Aku merebut suratku dan mengejar Fajar, aku berteriak memanggilnya. Tapi yang keluar,”Bwaaaaa ba wa baaaaaaaaaaaaa,”
    Ya benar, aku Gagu.
Aku bukan orang yang normal berucap-ucap. Nyaris bisu. Tapi aku tidak tuli. Dan perasaanku tidak cacat. Aku punya perasaan yang normal!, lebih normal dari gerombolan perempuan yang mempermalukanku dan suratku.
Fajar malah ketakutan melihatku yang kini mengejarnya sambil melambai-lambaikan surat. Jiwaku terluka parah, batinku menangis meraung-raung.
Aku mengutuk orang-orang yang melihat kejadian hari ini, mengutuk tanah yang kupijak, semuanya kukutuk, karena mereka tidak mau membelaku!. Aku benar-benar terpuruk.
    Orang-orang mulai melihatku dari sudut yang lain. Dan akupun tersudut.

    ***
    Fajar!
    Jeritanku memenuhi ruang putih pucat.
    “Bwaaaaaaaa baaaaaaaaawaaaaaa!!”
    Serentak rombongan orang berpakaian putih sok suci menerobos ruangan mencengkeram tangan dan kakiku dan mengikatnya pada tempat tidur. Aku meronta. Aku tidak Gila!. Memperlakukanku layaknya penghuni ruang putih pucat lainnya yang gemar berteriak.
    Fajar!
    “Baaaawaaaaaaaa baaaaaawaaaaaaa!!”
    Ruangan ini telah memenjarakan jiwaku, merampas harapanku, dan akal sehatku. Membuatku sakit.
    Surat-surat untuk Fajar masih rapi terselip di bawah kasur, jadi saksi putih.
***

Sketsa Ultra Pelangi
ruang putih november 2012
copyright sketsa ultra pelangi 5 nov, '12 duniasketsa.multiply.com

Curcol dikit

Dulu sebelum kenal instagram , saya nulis statusnya di blog hehehe setelah dipikir-pikir emang nyaman sih nulis status di blog, apalagi u...