Selasa, 04 Maret 2008
Murabbiku yang baru
Agenda tarbawi, kuusahakan untuk tidak ada tawar-menawar atasnya, tidak ada toleransi untuk tidak datang Liqo, meskipun hujan, badai, dan guruh menghalangi (halah). Tiap kali liqo aku datang selalu di sambut senyum manis murabbiku yang lemah lembut dan keibuan padahal kata orang murabbiku yang ini adalah orang siyasi, tapi Liqoku kali ini beda, Murabbiku teges, to the point dan ngajak berpikir kritis, waaaaa kontra banget sama murabbi yang lama. Ga papalah, ganti suasana asyik juga. Bikin Liqoan jadi seru.
Ekonominya Koruptor
"Modal sekecil-keilnya dengan keuntungan sebesar-besarnya"Pernah dengar teori ekonomi demikian?, Prinsip ekonomi, ekonomi kapitalistik,tapi sangat populer. Tapi tidak tahukah kalau tanpa kita sadari ternyata teori itu yang telah membentuk watak ekonomi bangsa ini bak Maling,. koruptor-koruptor itu, pembajak film, VCD, buku, dan teman-temannya barangkali produk dari pemikiran sesat ini.
Sabtu, 01 Maret 2008
Ketika Ikhwan wa Akhwat saling Kritik
Cerita ini sudah lama saya dengar dari akhwat yg seorganiasi dengan saya, ketika itu saya berhalangan hadir pada syuro pengurus harian, jadilah saya tidak mengetahui kondisi setting cerita ini.
Tapi inti ceritanya begini, syuro saat itu membahas agenda2 dakwah strategis Organiasi kedepannya, lalu di akhir syuro, ada semacam testimoni, krtik saran dan nasihat (semacamnya lah). Saat itu Ikhwan mengkritisi Akhwat, kalo pake jaket itu jangan di slerekin (di kancing) sampe leher (teorinya itu bisa membentuk tubuh, dan memperlihatkan bagian tubuh yg seharusnya tertutupi oleh juluran jilbab), dan kalo jaketan itu jilbabnya di keluarin aja.
pikirku, Wah subhanallah kritik yang bagus akhi, Aku mendengarnya ya stuju2 saja emang usul dan kritiknya bagus kan. (soalnya saya pernah kena tegur soal model berjaket ini)
Nah, giliran akhwat nih yg ngasih feedback ato kritik saran baru,.Di wakili salah seorang akhwat, Kritik buat ikhwan,. Kalo bisa ikhwan itu penampilannya jangan kumal. Soalnya image pekerja dakwah bisa kumuh lantaran image kumal itu, sandal jepitan ke kampus lah (maksud hati ingin zuhud apa daya image tak sampai), celanannya di linting sampe mata kaki lah, mbok ya kalo ga pengen isbal ya celananya di potong cingkrang rapi aja ga usah dilinting-linting kayak kebanjiran.Trus kalo ketemu akhwat itu bawaannya nunduuuuuuuuuk saperti mau seruduk tiang listrik, bagus sih Gadhul bashor gitu. Tapi perlakuannya harus adil sejatera dong. Jangan ama akhwat aja, tp sama cewek ammah juga.
Gitu ceritanya
ooooo gitu
Sabar itu berbatas? masa?
Suatu hari, ketika saya benar-benar sedang sangat amat membutuhkan pinjaman FlashDisk. Flashdisk saya sedang di pinjam untuk keperluan yang tidak kalah penting. Saya menanyakan ke semua akhwat di rumah yang Flasdisknya nganggur. Dan hanya satu akhwat yang Flashdisknya nganggur, tapi dia enggan Flashdisknya di pinjamkan ke saya dengan alasan katanya komputer saya bervirus, padahal antivirus saya insyaAllah Update, dan hampir semua flasdisk yag masuk ke komputer saya, bisa di pastikan datanya yang bervirus pasti terhapus.saya sedikit tersinggung dengan ucapan akhwat itu yg langsung menjudge kalau komputer saya bervirus. Tahu darimana?.saya yang terbawa emosi tiba-tiba saja melontar kata,"Kalo ga mau minjemin ya ga usah pake alasan komputer saya bervirus," kata saya dengan ketus lalu menutup kamar dengan kesal.setelah lama menenangkan diri saya lalu beristigfar. Saya belum bisa menahan amarah dan bersabar oleh kata-kata yang mungkin menyakitkan hati saya.
Saya juga manusia. Itu belum seberapa di banding para pendahulu-pendahulu Islam yang menjadikan sabar dan Shalat sebagai penolong ketika di caci dan di cemooh kaum kafir. Bahkan Rasulullah sangat sabar walau harus menerima deraan tekanan dari musuh-musuh Islam. Sedangkan saya?. Pernah saya mendengar salah seorang teman saya sambil menangis," kesabaran saya juga ada batasnya"Benarkah demikian?, Sebenarnya yang membatasi kesabaran itu nafsu, ego, dan emosi sesaat kita. Padahal kesabaran itu tiada berbatas. Karena Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang bersabar. Adakah yg terbatas bagi-Nya?
Saya juga manusia. Itu belum seberapa di banding para pendahulu-pendahulu Islam yang menjadikan sabar dan Shalat sebagai penolong ketika di caci dan di cemooh kaum kafir. Bahkan Rasulullah sangat sabar walau harus menerima deraan tekanan dari musuh-musuh Islam. Sedangkan saya?. Pernah saya mendengar salah seorang teman saya sambil menangis," kesabaran saya juga ada batasnya"Benarkah demikian?, Sebenarnya yang membatasi kesabaran itu nafsu, ego, dan emosi sesaat kita. Padahal kesabaran itu tiada berbatas. Karena Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang bersabar. Adakah yg terbatas bagi-Nya?
Hiburan yang Menyedihkan
Hiburan... Hiburan..
Apa hiburanmu?
Inilah hiburan mahsiswi kontrakan seperti saya, menulis, membaca atau sesekali membersihkan komputer dari virus. Tidak ada gelak tawa karena menonton TV atau Sinetron, jauh dari hingar-bingar TV (ket: dikontrakan saya ga ada TV,teorinya biar bisa lebih fokus pada akademik dan agenda dakwah. Emang aplikasinya gitu kok). melihat berita itupun berita basi dari mulut ke mulut (Alhamdulillah masa kelam itu baru saja berlalu,sekarang saya sudah langganan koran ), berita yg diikuti lewat internet pun telat di lihat lantaran ke Warnet hanya ketika ada tugas deadline. Sehingga ketika saat saya liburan di rumah Bude saya di Jogja, saya melihat itu.. Sebuah acara Reality Show di sebuah stasiun Televisi bertajuk X-treeme Tantangan. Tantangannya waktu itu adalah mencukur alis sampai habis dan kau akan mendapat imbalannya berupa uang tunai Rp.100.000.
dari Ali ra, dia berkata rasulullah SAW melarang wanita mencukur rambutnya (HR NASa'i).
Lagian mencukur alis itu kan merubah ciptaan Allah, Allah tidak suka ciptaannya di rubah2 tanpa ada uzur syar'i. Dan berkaca dari acara tersebut sama sekali tidak ada faedahnya malah hanya penuh mudharat, dimana manusia rela melakukan apa saja demi materi, inilah penyakit2 yg sangat di waspadai hubuddunnya (cinta dunia),. APalagi kebanyakan yg mencukur alisnya itu notabene adalah muslimah (Astagfirullah), dimana izzahmu wahai saudariku..
saya terus-terus merengut dengan tayangan ini, sampai2 bude saya bertanya ada apa?. Ketika saya jelaskan alasannya, bude saya menjawab dengan santai. "Cuma gitu kok, ntar alisnya bisa tumbuh lagi"kali ini saya menghela napas berat, hiks sedih.Sudah sejauh mana kita berbuat untuk kemuliaan Islam?
Langganan:
Postingan (Atom)
Curcol dikit
Dulu sebelum kenal instagram , saya nulis statusnya di blog hehehe setelah dipikir-pikir emang nyaman sih nulis status di blog, apalagi u...
-
Bukan rahasia lagi kalau model dan mekanisme pendidikan di negara kita ini cenderung Sekuler, mulai dari tidak toleran terhadap waktu Shal...
-
Saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman pertama saya membedah buku. jika biasanya saya datang ke sebuah seminar bedah b...
-
Ketika Jalan Bicara cinta Jalan dan cinta? Apa itu? Apa hubungannya? Tahukah kamu bahwa jalan pun...