Selasa, 26 April 2016

Iklan WRP dan perut kecucuk Hanger


Bagi yang mengenal saya, saya cukup identik dengan badan kurus dan rada cungkring. Makan sebanyak apapun saya segitu gitu aja. saya pernah curiga kalau jangan-jangan saya cacingan, sehingga susah sekali menambah berat badan. Habis makan obat cacing juga tetep cungkring (obat cacing khusus anak yang rasa jeruk :3 )

waktu kuliah,saya punya kebiasaan naruh barang2 di belakang pintu, baju laundrian sampai baju kotor. sehingga pintu kamar kos rada sempit buat di masuki untuk mereka yang rada tambun, hanya saya yang muat di ccelah pintu sesempit itu, kalau di bayangin kayak iklan WRP gitu deh, bisa nyusup2 gitu badannya. Dan suatu hari kebiasaan ini mencelakakan!

sekarang perut saya membuncit dan badan saya gak se WRP dulu, bukan cacingan lho :3 ini cuma hamil 8 bulan aja.
Saya lupa memindahkan hanger yang saya gantung di gagang pintu, sehingga ketika masuk kamar, saya bermaksud menyingkap korden depan pintu kamar buat disangkut diatas pintu, dengan pedenya masuk kamar dengan gaya WRP saya meloncat cantik sedikit sambil melempar korden keatas ciaaaat, dan saya kesangkut ujung hanger, persis di perut saya. perut saya kecucuk ujung hanger. Rasanya sakit banget sampe nangis guling2, mama saya sampe panik dikira saya mau melahirkan.
saya berkali-kali minta maap sama debay di perut karena jadi mamah random. Saya pun nangis-nangis nge Wa temen yang bidan," perutku kecucuk hanger (T.T) anakku gimana dong, apa dia sakit juga"
"InsyaAllah ga napa2 kok sket, debaynya dilindungi dinding rahim ma ketuban. lagian kamu aneh-aneh sih"

huff Alhamdulillah syukurlah (T-T)

#randomPost
#calonmama

Senin, 11 April 2016

Postingan

Postingan orang lain tidak semestinya menjadikan seperti apa diri kita.

postingan seorang istri yang memposting "kalo ada masalah trus nyungsep kepelukan suami, itu rasanya nyeesss.. sambil mention nama suaminya"
serta merta setelah membacanya, saya yg saat itu jomblo menjadikan itu sebagai semangat untuk mempejuangkan pernghargaan terhadap hati para jomblo yang kemungkinan nelangsa dengan hal-hal berbau kemesraan pasangan di sosmed, saya pun memposting status bijak yang kebetulan nemu di tumblr yg kurang lebih isinya untuk menghargai perasaan mereka yang belum lulus, belum menikah, belum hamil, belum punya anak, memiliki kekurangan fisik, dll agar tidak menjadi perantara kufur nikmat.

Saya jomblo dan merasa aman menuliskannya, saat itu saya menyelipkan niatan saya yang pengen dihargai sebagai orang yg belum lulus dan belum berpasangan. Saya ingin orang-orang berempati terhadap orang-orang seperti saya. Saya menulis dari sisi pandang saya saja, merasa hati ini terdiskriminasi dan perasaan-perasaan melankolis lainnya. Tanpa memikirkan atau mencoba berperasaan pada sisi yang lainnya.

padahal kalau saja saat itu saya mau mereview kembali niat saya. Saya bisa melihat yang dimaksud dengan 'menghargai' itu apa.

orang yang memposting foto wisuda atau foto skripsi yg sudah di jilid.
Dengan orang yang bertanya langsung padamu "kamu kapan lulus? kapan wisuda? skripsimu udah kelar?"
Mereka berbeda, posting wisuda dengan caption ALhamdulillah dan caption bahagia lainnya apakah dia bermaksud mendiskreditkan mereka yang belum lulus? belum tentu juga. Bisa jadi dia ingin berbagi kabar, bahwa dia sudah lulus, ini kabar terbarunya. Kan ada tuh temen yang karena lama ga nongol di sosmed kita jadi ga tau kabar terapdetnya.

orang yang berbagi foto pernikahannya
dengan orang yang bertanya kepadamu "kamu kapan nikah? jomblo aja"
Mereka berbeda, posting foto pernikahan apa berarti dia intoleran terhadap jomblo? ga juga. bisa jadi dia memposting untuk mengharap restu dan doa dari sahabat-sahabatnya.

orang yang posting gambar USG bayinya
dengan orang yang bertanya kepadamu "kapan hamil?"
mereka berbeda, apakah yg posting gambar USG bayi bermaksud ngece mereka yg belum hamil? sepertinya tidak, mereka bisa jadi ingin berbagi kebahagiaan, ingin dapat doa baik. Jika ada yang tersinggung dengan postingan demikian tentunya sangat disayangkan.

orang yang posting gambar aktivitasnya naik gunung turun gunung
memanah berenang dan berkuda
dengan orang yang bilang "kamu kok di rumah aja"
mereka berbeda, postingan aktivitas naik gunung turun gunung berbelok kepantai dan sebagainya tidak seharusnya membuat kita sensi dan merasa mereka pamer.

orang yang posting aktivitas pekerjaannya
dengan orang yang bilang "kamu gak kerja?"

kita bisa lihat perbedaannya. Jika kita tidak sengaja membuat saudara kita kufur nikmat lantaran postingan2 seperti dicontohkan tadi, itu diluar kendali kita. Karena postingan bersifat tak langsung. Tapi kita bisa mengendalikan ucapan langsung pada saudara untuk tidak menanyakan hal-hal yang membuat saudara kita tersinggung.

Jika kita melihat postingan "bahagia" saudara kita kemudian merasa sensi dan tersinggung, segera kita beristigfar dan memperbaiki hati kita, jangan racuni hati dengan dzon yg menjerumuskan diri sendiri pada kufur nikmat lalu menisbatkan postingan saudara kita sebagai penyebabnya. wallahu A'lam

Mendadak random ingat soal blunder penghapusan kolom agama di KTP, lantaran kolom agama dianggap diskriminatif. Padahal semua kolom agama bisa dianggap diskriminatif dan bikin sensi sih, mulai dari tahun lahir,status pernikahan, suku, pekerjaan, dsb.. :3 jadi penting sekali kita mengelola rasa sensi itu agar tidak selalu merasa terdiskriminasi. (o.o)a eh

source: RedMario.com

Jadi ingat juga kisah bapak-anak-keledai. bapak-anak naik keledai lalu di rasani orang-orang kalo mereka tak berperikehewanan. Lalu mereka turun, anak naik keledai dan bapak menuntun lalu dianggap anaknya durhaka karna naik keledai sndiri membiarkan bapaknya nuntun. Gantian bapaknya naik keledai anaknya yg menuntun dianggap bapaknya tega sama anak.
akhirnya mereka berdua tidak naik keledai dan berjalan beriringan menuntun keledai, dianggap ga efisien banget punya keledai tapi ga dimanfaatin. :v serba salah
nyambungnya dimana ya hmm... ya pokoknya gitu deh, kita ga bisa membuat semua orang didunia bahagia dengan tindakan kita, akan selalu ada hal-hal yang tidak memuaskan di mata orang-orang. Wallahu a'lam

mohon maaf lahir batin bila ada kata/kalimat yang kurang berkenan, tidak bermaksud membuat saudara sekalian tersinggung. suer!
salam damai v(o.o')v
@sketsapelangi





Minggu, 10 April 2016

Hamil 8 Bulan

source: boredpanda.com
source : boredpanda.com

Rasanya lucu juga punya perut buncit menggelembung, awalnya buncitnya kayak orang kenyang, lama-lama jadi ngalah-ngalahin helm full face. Jalan susah, tidur ribet (miring kiri ga nyaman-miring kanan ga nyaman, telentang apalagi), pakaian ga ada yang muat, ambil benda jatoh susah, pake kaos kaki ga nyampe T-T, bangun dari rukuk rempong,duduk ga tenang,penglihatan tambah rabun. Makan banyak ga bisa napas, makan dikit laper.

source: boredpanda.com

waktu trimester pertama juga agak heboh, tiap pagi-siang muntah, ga suka dekat-dekat suami bau napas dari hidungnya bikin mual, tp jadi rada manja. ga suka bau bawang putih,lemes mulu, ga bisa berdiri lama rasanya mau roboh aja, berat badan turun banyak, ini bukan penyakit jadi ga da obatnya jadi biarkan saja berlalu. dan bener trimester pertama telah berlalu.

trimester kedua mulai enakan, usia 4bulan sudah ada yang menanduk didalam perut, sampai sekarang udah masuk 8bulan, tandukan ama tendangannya makin kencang. sakit sih, tapi anehnya kok gue heppy ya :v . kalo mikir yang serem-serem kadang horor sendiri ,padahal sebelum hamil suka nnton horor. skr menghindari dulu, takut kebawa mimpi :3

Dulu waktu masih jomblo jagoan, kalo dengerin orang cerita soal kehamilan dan prosesi melahirkan temen, suka ngilu-ngilu sendiri, berimajinasi dan paranoid sendiri. Sehingga pernikahan tidak pernah menjadi hal yang begitu menggebu-gebu saat saya masih jomblo. Karena mikir kalo nikah ntar hamil trus serem serem sereeem :o
tapi setelah dijalani, hamil membuat saya jadi lebih kalem (masih petakilan sih sesekali), lebih ikhlas, lebih positif memandang hidup (uhuy), tiap sensasi yang saya rasakan dari calon bayi membuat saya bahagia. Ini semacam pembelajaran yang Allah beri langsung ke saya, menjadi calon ibu itu kayak gini ternyata :')

source: boredpanda.com


itulah perempuan, ajaib!

suami saya gak heran sih, karena sebelum menikah dia sudah paham dengan konsekuensi bahwa dia akan menikahi mahkluk paling ajaib dimuka bumi. :D

Sabtu, 09 April 2016

cemburu



cemburu tidak hanya milik perempuan, ternyata dia juga milik laki-laki. Dulu saya berpikir cemburu adalah monopoli mahkluk perempuan karena perempuan kalo cemburu,hampir semua mahkluk pasti tahu ,bahkan lalat pun tahu klo perempuan lagi cemburu! (lebuay), dan lucunya ada satu mahkluk yang gak tau, yaitu laki-laki. :3

saya pernah cemburu? pernah dong, tapi karena saya selalu ngerasa sok cantik sejagad, jadi cemburunya biasa saja gak lebih dari upil yang nongol di hidung. cemburunya pas dengerin suami cerita soal kandidat-kandidat yang pernah dia lewati sebelum menikahi saya (kata suami ,saya dlu salah satu kandidat yang unreachable, saking susahnya didapatkan. ngiik*angkat dagu). Saking cemburunya saya gak sadar sudah mengupil sampai hidung saya bersih cling dari upil. :3

lalu cemburunya suami ke saya? banyak sih, tp yg paling berkesan pas saya apdet status di sosmed soal fedi nuril nikah (konon saya fans sama artis tersebut semenjak nonton Ayat2cinta)
gara-gara itu suami yang lagi di kantor langsung sms suruh status saya soal si fedi di hapus. :3 iiih cute banget ga sih

cemburu itu romantis juga ternyata :v

Hamil

catatan ke 300hari penikahan

(source: boredpanda.com)

saya hamil setelah 3 bulan pernikahan. sebelum-sebelumnya saya menjalani pernikahan seperti layaknya anak perempuan lagi main rumah-rumahan. memasak, menyambut suami pulang kantor, mengurus rumah, yang awalnya mengasyikkan lama-lama menjadi rutinitas yang jenuh. Apalagi mulai di tanyai kiri-kanan "udah isi blum", Bete sekali.
saya mulai suka ngambek, merajuk, cengeng, padahal biasanya saya pribadi yang cukup tangguh sih, saya mulai merantau dari Pulau Buton ke Malang dan tinggal terpisah dari ortu mulai 2006 dan hanya mudik setahun sekali pas lebaran saja, lalu saya kuliah lagi di pulau Bali dan bertemu ortu lagi ditahun 2015 itupun kemudian saya menikah dan dibawa merantau (lagi) oleh suami. Disaat teman-teman kuliah merantaunya nanti setelah menikah, atau bahkan sampai menikah masih mendekam di pulau jawa dan bisa bertemu sanak family seminggu sekali. kadang-kadang timbul rasa iri. eh (kok mulai mellow lagi sih)
ok lanjut.. jadi saya mulai gampang betean, dan sensian, liat debu nempel bete, liat biang keringat di dahi kesal (padahal jerawat juga bukan) liat muka kusam dikit rempong. Liat Asap kiriman dari riau uring-uringan (waktu heboh asap buat lahan sawit) .Dan suatu pagi saya iseng mencoba test pack lantaran sudah lama gak datang  bulan, jangan2 sampai bete dan sensi karena lagi PMS aja. ternyata dua garis. saya hamil!

jadi.. kalo istrimu mulai gampang bete dan sensi cobalah cek siklus menstruasinya :v

Senin, 04 April 2016

Empati

'aku mah apa atuh' (source :google)

kita mungkin pernah nemu orang yang kayak gini, yang dalam keadaan sadar atau ga sadar membandingkan dirinya atau pengalamannya dengan orang laen.

mbak A : fuuh skripsi ini bkin pusing, sampe kurus aku
mbak B : lebay amat sih, aku skripsi biasa aja tuh ga gitu-gitu amat. Rasaya kayak ngerjain tugas biasa gitu
mbak A : ... dalam hati (let me die in peace) ._.

----------

Mas A : Aduh mas, nikah kok susah ya.. buat ngelamar dia harus nunggu dia lulus s2 segala. saya mundur sajalah kelamaan klo nunggu.
Mas B : dari pengalamanku ya.. jodoh itu memudahkan, kalo ga mudah itu bukan jodoh <-- (langsung main justifikasi)
setahun kemudian setelah mundur, bertapa,menyeleksi aneka kandidat dan ditawari berbagai kandidat calon, Mas A akhirnya menikahi gadis di awal tadi,yang sudah lulus s2.

---------
Nona A : temen gue udah nikah semua
Nona B : trus lu galau gitu
Nona A : emang kamu enggak ya
Nona B : emang gue se desperate itu buat nikah?biasa aja tuh. Kamu lebay ah.
Nona A : ._.

----------

Bunda A : Aku hamil ga bisa makan banyak cepet kenyang. klo terlalu kenyang muntah. Ga bisa lama berdiri juga, pusing.
Bunda B : heh ga bole gitu, Aku mah hamil makannya kuat, lahap! makanya anakku lahir gede-gede.
Bunda A : ya gimana lagi ga bisa dipaksa.
Bunda B : Aku dulu ga kayak kamu, aku tangguh banget dulu waktu hamil, kesana kemari jualan. gak mual blas malah.
Bunda A : ._. (please let me alone)

---------

Allah menitipkan cerita untuk tiap hamba itu gak selalu sama. Karena itu Membandingkan pengalaman diri dengan orang lain juga tidak selalu tepat. Sehingga Allah menciptakan yang namanya empati, untuk digunakan saat mendengar celetukan 'curcol' saudara kita. Beberapa dari mereka bahkan tidak butuh solusi atau nasihat, terkadang mereka cuma butuh empati. Toh empati itu Allah kasih ke kita gratis, ketika kita memberi empati ke orang lain pun tidak lantas membuat kita miskin.
Wallahu Alam

@sketsapelangi

Jumat, 01 April 2016

Jodoh yang dianggap rumit :D

ini bukan tangan saya :v (source by google)
catatan hari ke 279 pernikahan

Ada yang bilang ke seorang pria"jika jalannya rumit tidak mudah, berarti bukan jodohnya. Jodoh itu memudahkan"
lantaran saat itu si pria beranggapan mempersunting gadis pujaan ternyata tidak mudah, bapak si gadis memberi syarat harus menyelesaikan kuliah si gadis yang kurang setahun lagi. setahun itu waktu menunggu yang lama. Si Gadis pun mempersilahkan pria tersebut untuk mencari kandidat lain, agar tidak perlu saling menunggu.

Pria tersebut ternyata sempat di tawari seniornya untuk di comblangi dengan gadis lainnya, dan gadis yang bersangkutan juga sempat menanyakan hal tersebut secara langsung kepada si pria perihal apakah sedang 'kosong calon'
dan lucunya pria tersebut memberi isyarat bahwa dia "sudah ada calon, " padahal kan dia tidak ada ikatan dengan calon manapun.

oke kembali ke kalimat pembuka tadi jika jalannya rumit berarti bukan jodohnya, padahal rumit enggak itu relatif sih. Mau berbelok ke gunung lalu lari ke pantai, kalo emang jodoh ya tetep aja ketemu. Jadi setahun setelah adegan pria itu datang ke rumah gadis itu sendirian dan brtemu bapaknya, dia kemudian mengutus rombongannya untuk melamar si gadis begitu mengetahui gadis tersebut sudah lulus kuliah dan masih jomblo.

ya...tidak lama buku antologi 'Jomblo Istiqomah' terbit, saya ujian tesis, lulus, dan menikah dengan pria yang merasa bahwa usaha untuk menikahi saya adalah hal yang tidak mudah . ya pria itu adalah suami saya. :D

Saya pun berkeyakinan bahwa jodoh tidak bisa kita rumuskan rumit atau mudah, yang berhak merumuskan hanya sang maha pengatur jodoh, Allah punya banyak cara mempertemukan jodoh sehingga manusia sebagai hamba cuma disuruh ikhtiar dan tawakal. Wallahu alam :)

I say "yes" (dok.pribadi)

Rabu, 17 Juni 2015

Catatan Pengantin

catatan hari ke-22 pernikahan

27 mei 2015 (source:dok.pribadi)
sejak menikah tgl.27mei 2015 ini postingan pertama saya di blog dgn status baru :D
Buat para jomblo sensian jgn sensi dulu dgn judulnya, saya uda janji sebelumnya ga bakal posting tulisan pengalaman 'sweet' sy sbg pengantin baru, jd sy cuma mau bahas fenomena disekitar saya sj. Jd tenang saja :D


"Lagi Otw buat hanimun yang kesekian kali nih" tulisa seorang kenalan yang kebetulan friend'nan di laman fesbuk. yang kemudian di komen banyak orang dengan "cie..ciee.. " Lalu scrool down kebawah ada status dari adik tingkat
"Kalo lagi ada masalah gitu, nyungsep kepelukan suami rasanya nyessss"

saya emang geli juga liatnya, tp gak komen yang kayak gitu, lebih suka mengamati.
waktu itu saya lagi buka google earth buat nyari peta lokasi studi buat keperluan tesis saya, karena bola2 dunianya muter lama saya sambi buka2 fb T-T , tidak lama abis baca status itu saya di messej sama si mumun (bukan nama sebenarnya) "mbaaak, baca status itu ga? jadi meluk tembok T-T"
 aku balas sekenanya
"aku meluk leptop :v "
Lalu tesis sya hentikan beberapa menit, saya mulai menulis, lalu saya ikutkan lomba dan jadi deh buku "Jomblo Istiqomah" yang covernya kuning2 gimanaa gitu,, heuheu :v (salah satu contoh baik dlm memanfaatkan rasa geli)

pernah saya sedang mengobrol dengan seorang teman via sms, dia bercerita tentang kekesalannya pada penganten baru yang tiap hari posting status dan foto mesra di sosmed hampir tiap hari dan sehari bisa lebih dari 3 kali (kalo obat udah overodsis itu :v) membuat teman saya ini jengah dan akhirnya memutuskan untuk menegur pasangan ini via inbox sosmednya. yang dibalas dengan tantangan oleh pasangan ini "ya kalau gak suka situ unfriend aja"
lalu saya tanya teman saya ini, kalo ketemu di jalan, pasangan seperti itu mau kamu tegur juga?
 "tentu saja"katanya,
 dan saya merespon dengan dengan ngakak.

Saya juga sebenarnya geli dengan postingan2 yang seperti ituuh.. tp tidak pernah terlintas di benak saya sampai harus menegur langsung. Saya memaklumi dan mencoba melihat dari dua sisi. Karena saya saat itu jomblo, tentunya saya tdk tau seperti apa rasanya menjadi pasangan menikah, dan saya tidak berani menjudge mereka hanya dgn dalil saya Jomblo dan merasa geli.

Lalu Seperti pembelaan banyak pasangan menikah, yang demikian dimaksudkan mereka untuk memotivasi para Jomblo untuk menyegerakan menikah, dengan postingan2 yang bertema mengompori. Padahal ga selalu sih niatnya buat ngomporin, ada yg emang lagi heppy aja baru nikah, contohnya suami saya :P .
setahu saya sebelum nikah, beliau orang yang kalem ga terlalu doyan mejeng di sosmed, apdet status aja males, berbeda dgn sya yg emang sok Seleb bareng kucing :v muehehe . Tp untuk urusan postingan 'manis' di sosmed ternyata beliau lebih excited...  sedangkan sy cenderung random. Tp untuk urusan posting yg 'demikian' emang sy gak ikut lah, bukan gaya saya 8| , kalo suami saya mau posting monggo itu hak beliau, kita punya gaya yg beda dalam menyikapi hal demikian :D dan ga dijadiin soal.

Adapun buat para jomblo yang kena kompor gas lantaran postingan demikian, banyak2 istgfar ajah, toh postingan kayak gitu ga bakalan lama kok paling seminggu dua minggu uda ilang.

kalau sekedar jalan berdua, gandengan dengan pasangan muhrimnya di jalan, saya pikir tidak perlulah kita tegur hanya karena kita merasa geli. Kan ga mungkin jalan suami istri jauh-jauhan kayak orang asing lantaran takut para jomblo mati kegelian. "Beb kita ga usah pegangan tangan ya, kasian sama jomblo yang liat, nanti mereka sakit" (mirip2 kasus menghargai yang lagi puasa)
 :v , gimana kalo istrinya hilang karena jalannya terlalu jauh-jauhan, lantaran istrinya kecantol ama es krim lewat :v

#Postwedding Randompost
#catatanpengantin
#pengantinrandom
@sketsapelangi

Rabu, 13 Mei 2015

"Kapan nikah"



saya termasuk cuek sih soal pernikahan, saya tidak punya secuil pun buku/kitab berbau pernikahan dalam daftar koleksi buku saya, *bisa di cek* :3. Kebanyakan buku terbitan Elex Media sama Gramedia :v bisa tebak itu buku apa, yap benar itu jenis Komik dan Fiksi .
Lagian saya lebih konsern kepada kehidupan kucing2 :v saya merasa blm banyak berbuat buat kaum kucing TwT disitu kadang saya merasa sedih.

bahkan setelah lulus kuliahpun. Jika teman2 muslimah saya suka menuliskan nikah masuk dalam list target tahunan mereka, saya ga pernah masukin nikah dalam list planning resolusi tahunan saya. Karna menurut saya nikah bukan hal yang perlu di target, (emang mlm yang pake target capaian omset -_-a apah).. Nikah itu peristiwa natural alamiah seperti layaknya daun berfotosintesis :v *random*, lu ngebet nikah kayak gimana pun kalo Allah ga ngasi nikah ya ga nikah. Repot amat mikirnya.

"kok blm nikah2 sih? nunggu apa?"
"nunggu daun pisang di belakang rumah fotosintesis 100 kali"
pas fotosintesis ke 99 kali pohon pisangnya di tebang :v

Yang paling konyol lagi ada orang yg suka dengan sengaja nanya 'kapan nikah' ke beberapa jomblo2 , katanya buat memotivasi,  memotivasi dari saturnus?! lu kata dirimu mario teguh? pak mario aja ga perna blg kayak gt.
 Ada juga kalimat yang konyol "kapan nyusul" biasanya di ungkapkan oleh para mereka yg sudah merasa 'selamat' dari kalimat 'kapan nikah', biasanya pasangan yg udah menikah, menjelang menikah, atau sesama jomblo yg pengen sakit bareng2. Udah gt di ungkapkan di publik, rame2 orang liat, akhirnya memicu buliying kepada kaum jomblo.
 Heran aja dgn mereka yg menikmati situasi kayak gitu, sakit jiwa apah.
padahal nikah kan bukan susul2an, bukan kompetisi.
Alangkah baiknya kalimat2 demikian kita simpan saja didalam dompet, ga perlu d keluarkan,toh bukan sedekah, ga bakal berpahala. Malah bikin dosa kalo sampe ada yg sakit hati trus bunuh diri :v . lebih toleran lah. Saya pribadi lebih suka menahan diri untuk tidak melontarkan itu di publik, sekalipun candaan.
termasuk kalimat, 'kapan lulus' 'kapan nikah' 'kapan punya anak' dan kalimat kapan lainnya...

#prewedding randompost
#randompostbeforemarried
#catatancalonpengantin
@sketsapelangi

catatan calon pengantin

Catatan calon pengantin
Kyknya bs jd judul buku baru nih :3
Ini h- sekian,krn sy penulis,jd sy manfaatkan sbaik2nya buat nangkap fenomena yg trjadi d sekitar sy :v gini ada fenomena dimana org2 suka mengukur org pake standar dy, pake pngalaman dy, pdhal g smua org sama kyk dia, lucu si.
 'Ciee yg mau nikah galau ya, deg degan ya'
demi kucing gue. Gue ga pakek galau ama deg2an. Gue santai banget orgnya, bisa tanya ortu gue ma temen2 deket gue yg suka ke rumah bawain jajan :v  ,masi hepy nntn running man sampe larut *jgn ditiru*,
secara gue habis trsiksa batin sama tesis,jd heppy lah,nyenengin diri gt. Secara org mo nikah masa galau. Sy sih malah santai ..
namanya mo nikah ya cyiin :3 ,nikah itu mirip momen wisuda. Ya bkin heppy. Klo riweh iya emang riweh byk yg diurus.. tp lebih riweh ortu sih.. sy si cm bantu yg ringan2 kyk makan yg lahap, dan jagain agar kucing ga e'ek d halaman,, sesekali inventaris org2 yg mo d undang juga.. D blg stress gak sampe lah, itu lebay ah. Ini bukan tesis soalnya,klo tesis emang bkin stress *sy bs jamin 100%* (y)
Emang gt, hidup itu kita yg jalanin dan org lain yang komen :3
Gpp deh.. sy tampung komennya,lumayan bs jd bahan tulisan #guemahgituorangnya :v

#calonpengantindodol
#randompostbeforemarried
@sketsapelangi